News

Wagub DKI Minta Warganya Tak Manfaatkan Covid-19 Buat Cari Untung

Wagub DKI meminta warga Jakarta tak manfaatkan kondisi pandemi buat ambil untung.


Wagub DKI Minta Warganya Tak Manfaatkan Covid-19 Buat Cari Untung
Wagub DKI Jakarta Ariza Patria saat meninjau kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat (10/7/2020) (AKURAT.CO/Miftahul Munir)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga Ibu Kota tak menggunakan kesempatan dengan memanfaatkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini untuk meraup untung besar misalnya dengan menaikan harga obat-obatan, perlengkapan medis maupun melipatgandakan harga peti mati yang saat ini banyak dibutuhkan untuk kepentingan pemulasaran jenazah pasien corona.

Politisi Gerindra ini mengatakan,justru pada kondisi sulit seperti sekarang ini, kepedulian antar sesama mesti ditingkatkan, bahu-bahu dan saling menolong antar sesama, bukan justru memanfaatkan kesempatan untuk keuntungan pribadi.

“Tidak pantas siapapun yang mengambil keuntungan di masa pandemi, urusan obat, urusan oksigen urusan peti mati sekalipun. Saatnya kita berbagi saatnya kita berkorban, saatnya kita membantu,” kata Ariza di Balai Kota DKI  Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Senin (26/7/2021).

Dalam kondisi krisis kesehatan seperti sekarang ini, ada saja oknum yang aji mumpung gunakan kesempatan meraup untung besar sebagaimana yang terjadi baru-baru ini, dimana ada sebuah tempat krematorium yang diduga main harga dengan mematok ongkos selangit untuk sekali kremasi jenazah pasien Covid-19.

Krematorium di Daan Mogot, Jakarta Barat itu, kini sedang melakukan penyelidikan Polisi terkait dugaan kartel kremasi jenazah tersebut. 

“Mari saatnya kita membantu menolong sesama kita dan saatnya berkorban bukan mengambil keuntungan di masa pandemi,” pinta Ariza.

Lebih lanjut, Ariza mengaku saat ini kondisi Jakarta semakin membaik setiap hari, persedian obat-obatan hingga hingga tabung oksigen kini sudah mencukupi kebutuhan seiring menurunnya jumlah kasus corona dalam sekan belakangan ini.

Adapun obat-obatan hingga oksigen itu sempat mengalami kelangkaan di Jakarta imbas tingginya pasien pada ledakan corona gelombang kedua yang terjadi selama dua bulan belakangan. 

“Alhamdulillah obat-obatan, oksigen aman, tidak ada kendala yang berarti, tentu kami mengajak semua pihak untuk berkolaborasi pihak swasta masyarakat siapapun,” tandasnya.

Sekedar informasi, gelembang kedua Covid-19 menghaantam Jakarta sejak dua bulan belakangan, laju penularan corona yang nyaris tak terbendung membuat 140 rumah sakit rujukan Covid-19 nyaris kolaps. 

Saat ini kasusnya kembali melandai dengan jumlah pasien harian yang terus merosot di bawah angka 10 ribu per hari. Sebelumnya jumlah pasien harian berkisar dari 12.000 hingga 14.000 per hari.[]