News

Wagub DKI Minta Semua Rumah Pemudik yang Balik ke Jakarta Dipasang Stiker

Pemasangan stiker dilakukan pihak RT/RW sebelum para pemudik menunjukkan hasil negatif tes PCR  atau antigen


Wagub DKI Minta Semua Rumah Pemudik yang Balik ke Jakarta Dipasang Stiker
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya bakal memasang stiker di rumah warga yang baru pulang mudik sebagai penanda. Sebab kata dia, warga yang beraktivitas di luar kota selama libur Idul Fitri 1442 H berpotensi terpapar COVID-19.

Pemasangan stiker dilakukan pihak RT/RW sebelum para pemudik menunjukkan hasil negatif tes PCR  atau antigen.

"Jadi setiap yang mudik di rumahnya itu dipasangkan stiker biar warga tahu ya," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Selasa (18/5/2021).

Hingga Senin (18/5/2021) kemarin, jumlah warga yang masuk ke Jakarta pada arus balik mudik sudah mencapai 2,2 juta orang. Mayoritas dari mereka adalah pengguna kendaraan pribadi.

Menurut Ariza, jika di antara pemudik ada yang terpapar COVID-19 tetapi tidak terdeteksi di perbatasan. Maka hal ini justru sangat  berbahaya bagi tetangga dan anggota keluarga yang lain.

Untuk itu disarankan bagi yang tidak di tes antigen dan PCR di perbatasan untuk segera memeriksa kesehatan mereka. Mereka yang  baru kembali ke Jakarta bakal diawasi hingga dua pekan ke depan.

"Kita mudik berpotensi terpapar dan bisa menularkan kepada keluarga dan lingkungan terdekat untuk itu perlu mengantisipasi (penularan COVID-19). Sejumlah hal harus dilakukan dalam dua minggu ke depan dan diawasi oleh RT RW dan kelurahan setempat dan di rumah ditempel stiker," tegas Ariza.

Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang melakukan tes COVID-19 di perbatasan keluar-masuk Jakarta bagi warga yang menuju Ibu Kota pada arus balik Mudik Lebaran kali ini. Tetapi tidak semua pemudik dites COVID-19.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya hanya melakukan tes COVID-19 secara acak kepada para pemudik yang datang dari berbagai daerah. Dia menyebut peraturan random tes tersebut diinstruksikan langsung oleh Pemerintah Pusat.

"Tentu kami melaksanakan itu kan sesuai ketentuan. Nah sesuai peraturan, Menhub," kata Syafrin.

Syafrin menjelaskan, metode tes COVID-19 secara acak yang dimaksud yakni, pihaknya melakukan tes kepada beberapa orang saja yang menumpangi satu kendaraan pribadi yang sama. Misalnya, dalam satu mobil ditumpangi tiga orang, maka pemeriksaan hanya dilalukan kepada satu orang penumpang saja.

Kalau kendaraan ditumpangi empat orang, maka dua orang yang akan dites. Apabila hasil tes reaktif COVID-19 petugas di lapangan baru menindaklanjuti pelacakan ke penumpang lainnya dalam kendaraan tersebut.

"Jadi misal penumpang di dalam mobil 4 orang, maka yang dilakukan rapid antigen ya dua orang saja. Jika penumpang tiga yang diambil 1 orang. Kenapa? Karena dibulatkan ke bawah, karena sifatnya kami melakukan random cek. Itu satu," tuturnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu