News

Wagub DKI Minta Anak Buahnya Tak Ngawur Keluarkan SIKM

Ahmad Riza Patria meminta bawahannya tidak ngawur menerbitkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang mau pulang kampung.


Wagub DKI Minta Anak Buahnya Tak Ngawur Keluarkan SIKM
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/4/2021) (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta bawahannya tidak ngawur menerbitkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang mau pulang kampung pada periode larangan mudik lebaran tahun ini.

Masa larangan mudik berlangsung mulai 6 hingga 17 Mei 2021 dalam rangka menekan lonjakan Covid-19.

Politisi Gerindra ini berharap dokumen itu benar-benar diberikan kepada masyarkat yang memang punya kepentingan untuk mudik. Jangan sampai SIKM justru salah sasaran.

Masyarakat yang diperkenankan pulang kampung adalah  mereka yang punya kebutuhan mendesak seperti kedukaan, persalinan, atau kunjungan keluarga karena sakit. Alasan lain bakal ditolak.

"Terkait SIKM juga sudah dikeluarkan, kami minta dapat diberikan orang tertentu saja," kata Ariza di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2021).

Proses pengajuan SIKM di tengah larangan mudik ini terbilang mudah. Warga hanya perlu mengisi sejumlah formulir termasuk kelengakapan data diri di situs resmi Pemprov DKI https://jakevo.jakarta.go.id/

Semua data yang diinput dalam sistem tersebut akan diverifikasi ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tingkat kelurahan. Bila sudah terverifikasi, pihak kelurahan akan mengirim pemberitahuan kepada pemohon. 

Kalau permohonan disetujui, pemohon yang hendak pulang kampung harus melakukan tes dan membawa surat pernyataan bebas corona. Hasilnya ditunjukan kepada petugas yang berjaga di perbatasan Jakarta.

 "Itu harus diikuti dengan rapid antigen," tegas Ariza.

SIKM bukan peraturan baru di Jakarta. Kebijakan ini sudah pernah diberlakukan di Jakarta pada mudik lebaran 2020 lalu. Warga yamg tidak memiliki dokumen ini bakal dipaksa putar balik di perbatasan Jakarta.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu