News

Wagub DKI Jakarta Beberkan Alasan Terapkan Wajib Vaksinasi Bagi Pengunjung Warteg

Wagub DKI mengklaim kebijakan wajib vaksin bagi pengujung warteg dikeluarkan pihaknya untuk memastikan keselamatan masyarakat.


Wagub DKI Jakarta Beberkan Alasan Terapkan Wajib Vaksinasi Bagi Pengunjung Warteg
Warteg Kharisma Bahari (WKB) (Sajabagus)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan alasan penerapan kebijakan wajib vaksinasi buat pegawai hingga pengunjung warung tegal (warteg) yang dikeluarkan pihaknya.

Ariza -sapaan akrab Riza Patria- menjelaskan, penerapan aturan tersebut bukan untuk membuat sulit para pengusaha warteg. Peraturan tersebut dikeluarkan demi menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman terpapar virus corona atau Covid-19.

"Soal kebijakan yang telah dibuat Kadis Pariwisata terkait makan di warteg, rumah makan yang harus vaksin semuanya dimaksudkan untuk pastikan kesehatan dan keselamatan warga," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung membuat aturan untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berlangsung hingga 2 Agustus 2021. Salah satu aturan yang dibuat berdampak terhadap usaha kuliner, tidak terkecuali pengusaha warteg.

Peraturan itu tertuang lewat surat keputusan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta Nomor 402 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pada Sektor Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah.

Di mana usaha rumah makan diperbolehkan membuka layanan makan di tempat dengan durasi maksimum hanya 20 menit saja. Tidak hanya itu, pengunjung yang makan di tempat juga wajib bawa kartu vaksinasi.

"Jadi memang PPKM level 4 ini di satu sisi ada pengetatan dengan maksud agar kita bisa mengurangi secara signifikan (penyebaran Covid-19) dengan lakukan pembatasan kapasitas dan lain-lain," katanya lagi.

Ariza menegaskan, aktivitas makan di tempat di warteg sangat berpotensi memicu penularan corona, apalagi pengunjung yang datang belum divaksin. Sebab kegiatan makan di warteg dilakukan dengan melepas masker. Untuk itu durasi makan dibatasi dan pengujung yang mau makan ditempat harus sudah divaksin.

"Kebijakan ini diambil untuk kurangi potensi penyebaran karena sesungguhnya ketika kita makan tidak ada pilihan kita pasti buka masker. Ketika buka masker inilah potensi droplet penyebaran virus terjadi, jadi saya kira kebijakan ini dimaksudkan untuk kurangi potensi penyebaran," tuturnya.

Agar tidak terjadi penularan corona klaster warteg, Ariza menyarankan agar pengunjung warteg membungkus makanan pesanannya untuk dibawa pulang ke rumah, kendati pemerintah telah megizinkan boleh makan di tempat dengan durasi waktu tertentu.

"Yang disampaikan pak presiden boleh (makan di tempat) warteg dan lain-lain dengan syarat 20 menit lamanya, namun kita tetap imbau agar makan lebih baik pesan antar untuk kurangi potensi penyebaran covid dan kadis parekraf buat kebijakan agar supaya yang makan di warteg harus sudah vaksin," pungkasnya. []