News

Wagub DKI Bantah Pernyataan Joe Biden

Wagub DKI membatah pernyataan Joe Biden soal ancaman Jakarta tengelam 10 tahun ke depan.


Wagub DKI Bantah Pernyataan Joe Biden
Dalam foto ini, Joe Biden sedang berbicara kepada para pendukungnya di Wilmington, Delware pada 4 November 2020 (Paul Sancya/AP)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menyebut Jakarta berpotensi tenggelam dalam kurun 10 tahun ke depan tersebab perubahan iklim dan pemanasan global. Hal itu disampaikan oleh Joe Biden saat berpidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Selasa (27/7/2021).

Ariza merasa pernyatan Joe Biden soal ancaman bencana itu terlalu cepat. Waktu 10 tahun menurut Ariza adalah durasi yang sangat singkat Jakarta tenggelam. Ariza memang tak menampik ancaman Jakarta tenggelam akibat penurunan permukaan tanah yang oleh sejumlah pakar menyebut akan terjadi pada 2050 mendatang.

"Memang di Jakarta datarannya rendah, jadi di Jakarta ada penurunan muka tanah setiap tahun. Namun, tidak berarti 10 tahun Jakarta tenggelam," kata Ariza saat doorstop virtual bersama pewarta Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (31/7/2021) .

Ariza mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sekarang ini telah banyak menjalankan berbagai program untuk mengantisipasi ancaman Jakarta tenggelam, salah satunya adalah kampanye pengurangan penggunaan air tanah baik di lingkup rumah tangga, hingga gedung perkantoran.

"Pemprov DKI Jakarta tetap mengupayakan agar Jakarta tidak tenggelam, di antaranya penyedotan air tanah, pipanisasi PAM Jaya ditingkatkan agar kebutuhan air bersih semua dari PAM. Kami bersama PUPR terus membuat program percepatan pipanisasi, air bersih, air minum di Jakarta terus ditingkatkan. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi (penurunan) muka air tanah di Jakarta. Saya kira tidak seperti yang disampaikan demikian bahwa Jakarta akan tenggelam," tegasnya.

Tak hanya melakukan upaya penyetopan penggunaan air tanah, Ariza mengklaim program lain tak kalah penting adalah restorasi kawasan pesisir yang juga gencar dilakukan Pemprov DKI Jakarta  beberapa tahun terakhir.

"Kami terus menyiapkan program agar ROB di Jakarta Utara bisa diatasi. Jadi, Insya Allah Jakarta tidak tenggelam 10 tahun lagi," ucapnya

Dihubungi terpisah, pengamat perkotaan Nirwo Joga mengatakan bahwa ancaman tenggelamnya Jakarta tidak bisa dianggap enteng Pemprov DKI Jakarta. Kampanye pengurangan penggunaan air tanah dan restorasi kawasan dirasa tak cukup mengantisipasi ancaman itu.

Untuk itu, dia meminta Pemprov DKI Jakarta juga serius merehabilitasi kawasan bantaran sungai yang banyak diserobot permukiman. Warga yang mendiami kawasan itu mesti direlokasi ke tempat lain seperti rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga diminta untuk memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang baru berjumlah 9,98 persen dari target 30 persen. Jika semua dikerjakan dengan baik, Nirwono yakin ancaman Jakarta tenggelam bisa diminimalkan.

"Kemudian merehabilitasi bantaran sungai, merevitalisasi setu, danau, embung, waduk, sebagai daerah tangkapan atau penampung air. Merehabilitasi saluran air terintegrasi ke setu terdekat, serta memperbanyak RTH sebagai daerah resapan air," kata Nirwono kepada AKURAT.CO, Sabtu (31/7/2021).[]