News

Wagub Ariza Setuju Jika Aktivitas di Jakarta Kembali Diperketat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku senang dengan wacana pemerintah pusat akan mengetatkan lagi aktivitas masyarakat di ibu kota.


Wagub Ariza Setuju Jika Aktivitas di Jakarta Kembali Diperketat
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku senang dengan wacana pemerintah pusat akan mengetatkan lagi aktivitas masyarakat di ibu kota sebagaimana disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Wacana pengetatan itu seiring dengan peningkatan kasus Omicron di Jakarta.

"Kami sangat senang dan menghargai dan betul seperti yang disampaikan oleh Wapres Pak Kyai Ma'ruf Amin bahwa seiring dengan peningkatan kasus Covid-19, omicron kita perlu ada pengetatan," katanya di Balai Kota, Jumat (21/1/2022) malam.

Riza mengatakan, pihaknya sudah sering mengingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap Protokol Kesehatan (Prokes). Terutama di ruang-ruang publik. Menurut dia, ada kecendrungan penurunan kedisiplinan masyarakat terhadap kepatuhan menerapkan disiplin Prokes. 

baca juga:

"Justru sering kami sampaikan saat ini masih belum ada peningkatan disiplin bagi kita semua ya, kita lihat sekarang kalian sekarang di mal-mal juga tidak seperti dulu di awal-awal," katanya. 

Maka dari itu, dia meminta para pengelola mal dan pasar maupun perkantoran untuk meningkatkan pengawasan dan monitoring. Sehingga pelaksanaan prokes bisa berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 

"Mohon para petugas di mal, di pasar di mana pun di kantor-kantor untuk meningkatkan pengawasan monitoring terkait QR code terkait PeduliLindungi ya penting bagi kita untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan baik," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat yang belum sama sekali ataupun yang belum mendapatkan suntikan kedua termasuk suntikan booster. Semua itu dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari paparan Covid-19. 

"Kami juga terus koordinasikan dengan seluruh jajaran, meningkatkan monitoring dan pengawasan nya, karena masyarakat ini merasa sudah vaksin, mungkin kurang disiplin, nah mari kita tingkatkan," katanya. []