Rahmah

Waduh! Ternyata Ini Alasan Abu Nawas Menolak Jadi Hakim Istana

Pihak istana menginginkan Abu Nawas hadir untuk menanyakan kenapa dia menolak perintah Raja saat akan dijadikan pejabat Qadhi atau hakim istana.


Waduh! Ternyata Ini Alasan Abu Nawas Menolak Jadi Hakim Istana
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Abu Nawas dikenal sebagai penyair cerdik yang memiliki selera humor tinggi. Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Hingga kini, banyak kisah-kisah lucu Abu Nawas yang mampu mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. Seperti kisah Abu Nawas yang dikutip dari NU Online ini.

Dikisahkan pada suatu hari, ada beberapa utusan dari Sultan Harun Al-Rasyid datang memhampiri Abu Nawas. Hal tersebut dikarenakan pihak istana menginginkan Abu Nawas hadir untuk menanyakan kenapa dia menolak perintah Raja saat akan dijadikan pejabat Qadhi atau hakim istana.

baca juga:

"Wahai Abu Nawas engkau dipanggil Sultan untuk menghadap ke istana," kata Wazir utusan Sultan Harun Ar-Rasyid.

"Memangnya buat apa Sultan memanggilku, aku tidak ada keperluan dengannya," jawab Abu Nawas enteng.

"Wahai Abu Nawas engkau tidak boleh berkata seperti itu kepada rajamu sendiri," tegas Wazir sedikit geram dengan Abu Nawas.

"Wahai wazir, engkau jangan banyak bicara. Cepat ambil ini kudaku ini dan mandikan di sungai supaya bersih dan segar," ucap Abu Nawas sambil menyodorkan sebatang pohon pisang yang dijadikan kuda-kudaan.

Ternyata Abu Nawas berkelakuan seperti itu agar dianggap tidak waras, sehingga Baginda Raja tidak lagi memaksanya menjadi Qadhi.

Melihat kelakuan Abu Nawas yang seperti itu, sang wazir hanya geleng-geleng kepala melihatnya.

"Wahai Abu Nawas engkau mau apa tidak menghadap Sultan?" tanya Wazir.

"Katakan saja pada rajamu, aku sudah tahu maka aku tidak mau," tutur Abu Nawas.

"Apa maksudnya engkau bicara seperti itu?" tanya wazir dengan rasa penasaran.

"Intinya sudah pergi sana, bilang saja begitu kepada rajamu," segera Abu Nawas sembari menyaruk debu dan dilempar ke arah si wazir dan pengawalnya.

Dengan begitu, sang wazir segera menyingkir dari halaman rumah Abu Nawas. Mereka lantas melaporkan keadaan Abu Nawas yang seperti tidak waras itu kepada Sultan Harun Al-Rasyid.

"Kalian bodoh semua, hanya menghadapkan Abu Nawas kemari saja tak becus! Ayo pergi sana ke rumah Abu Nawas lagi, bawa dia kemari dengan suka rela atau pun terpaksa!," ujar Raja Harun geram. []