Ekonomi

Waduh! Masih Ramai Perusahaan Belum Tuntaskan Izin DMO Batu Bara

Kementerian perdagangan mengungkapkan telah izin ekspor batu bara untuk 48 kapal dari total 29 perusahaan


Waduh! Masih Ramai Perusahaan Belum Tuntaskan Izin DMO Batu Bara
Ilustrasi tambang batu baru ( AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan mengungkapkan telah izin ekspor batu bara untuk 48 kapal dari total 29 perusahaan.

" Sampai dengan hari ini sudah dirilis ada 48 kapal dari total 29 perusahaan. Ini rekap sampai dengan tadi pagi," tutur Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu Wardhana, saat outlook perdagangan 2022, Rabu (18/1/2022).

Diwaktu yang sama Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan izin ekspor hanya akan diberikan kepada perusahaan yang sudah memenuhi kebutuhan untuk dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO).

baca juga:

" Jika DMO selesai, ekspor sudah bisa dilaksanakan oleh perusahaan tersebut," katanya.

Ia menyebutkan angka tersebut bisa bertambah jika perusahaan dapat menyelesaikan DMO. Namun demikan, Lutfi mengakui sampai saat ini masih banyak perusahaan yang belum menyelesaikan persyaratan DMO batu bara, sehingga belum mendapatkan izin ekspor.

" Dasarnya ketika DMO diselesaikan, maka ekspor bisa dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut dan banyak perusahaan yang belum dan sedang dikerjakan mekanismenya," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan izin ekspor untuk 18 kapal dari 37 kapal asing pengangkut batu bara yang dalam proses muat.

Hal tersebut tertuang melalui ketetapan nomor B-1611/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 7 Agustus 2021 hal Pelarangan Penjualan Batu bara ke Luar Negeri dan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi antar Menteri tentang Pasokan Batu bara PLN tanggal 12 Januari 2022.

Dimana ekspor hanya diberikan bagi perusahaan yang telah memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO) 100 persen atau lebih.

Dalam dokumen Kementerian ESDM yang dikutip Jumat (14/1/2022), sesuai data oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bahwa terdapat 37 kapal asing ekspor batu bara dengan status muatan sudah di atas kapal.

Rinciannya 2 kapal, yaitu MV. HC. Sunshine dan MV. Inter Stevedorin, belum dilakukan pemuatan batu bara. 1 kapal, yaitu Mv. Thai Knowledge, dalam proses pemuatan batu bara.

Sementara 18 kapal memuat batu bara dari pemegang PKP2B dan IUP Operasi Produksiyang telah memenuhi DMO tahun 2021 sebesar 100 persen atau lebih.

Kemudian 16 kapal memuat batu bara dari PKP2B dan IUP Operasi Produksi yang belum memenuhi DMO tahun 2021 sebesar 100 persen, serta dari pemegang Izin Pengangkutan dan Penjualan.

" Pencabutan pelarangan penjualan batu bara ke luar negeri dilakukan atas pemegang PKP2B dan IUP Operasi Produksi yang telah memenuhi DMO tahun 2021 sebesar100 persen atau lebih," tutur Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Ridwan Djamaluddin sesuai isi surat tersebut, Kamis (14/1/2022).

Ia menyampaikan bahwa sanksi pelarangan penjualan batu bara ke luar negeri atas 18 kapal bermuatan batu bara dari pemegang  PKP2B dan IUP Operasi Produksi yang telah memenuhi DMO tahun 2021 sebesar 100 persen atau lebih dicabut (daftar kapal terlampir).[]