Ekonomi

Waduh! Defisit APBN September 2021 Tembus Rp452 triliun

Realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada September 2021 sebesar Rp452 triliun.


Waduh! Defisit APBN September 2021 Tembus Rp452 triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Senin (16/8/2021). (Kemenkeu)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani mencatat realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada September 2021 sebesar Rp452 triliun atau setara 2,74 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dibandingkan tahun lalu, yang defisitnya Rp681,4 triliun, (defisit September 2021) ini penurunan 33,7 persen" ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2021 secara virtual, Senin (25/10/2021).

Secara rinci, realisasi defisit APBN tersebut disebabkan oleh belanja negara pada September 2021 alami penurunan sebesar 1,9 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 1.806,8 triliun atau 65,7 persen dari pagu APBN.

Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.265,3 triliun dengan KL sebesar Rp 734 triliun dan non KL Rp 531 triliun. Selanjutnya ada TKDD dengan Rp 541,5 triliun atau turun 14 persen. Realisasi TKDD mengalami kontraksi 14,0 persen karena pemda masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang belum dibelanjakan.

Sementara, penerimaan negara mencapai Rp1.353,8 triliun atau tumbuh 16,8 persen (yoy). Realisasi pendapatan berasal dari penerimaan pajak senilai Rp850,1 triliun, bea cukai Rp182,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp320,8 triliun.

Selain itu, penerimaan pajak mencapai 69,1 persen dari pagu. Sedangkan realisasi penerimaan bea cukai mencapai 85,1 persen dari pagu dan PNBP telah melebihi pagu mencapai 107,6 persen.

Di sisi lain, Menkeu juga mencatat realisasi pembiayaan telah mencapai Rp621,9 triliun atau setara 61,8 persen dari pagu Rp1.006,4 triliun. Sedangkan keseimbangan primer berada di kisaran Rp198,3 triliun.[]