News

Waduh! Bukannya Terima Vaksin Corona, 3 Nenek di India Malah Disuntik Anti-Rabies

Alih-alih menerima vaksin COVID-19, tiga nenek di India malah disuntik dengan vaksin anti-rabies (VAR).


Waduh! Bukannya Terima Vaksin Corona, 3 Nenek di India Malah Disuntik Anti-Rabies
Ketiga nenek itu jatuh sakit setelah kembali dari Pusat Kesehatan Komunitas (semacam puskemas) di Shamli, India (NDTV)

AKURAT.CO, Alih-alih menerima vaksin COVID-19, tiga nenek di India malah disuntik dengan vaksin anti-rabies (VAR). Diwartakan NDTV, insiden itu terjadi di Distrik Shamli, Uttar Pradesh pada Kamis (8/4).

Di hari itu, tiga wanita lanjut usia bernama Saroj (70), Anarkali (72) dan Satyawati (60) awalnya pergi ke puskesmas setempat untuk divaksin COVID-19.

Belum diketahui secara pasti apakah ketiganya mempunyai hubungan dekat. Namun, setelah pulang dari puskesmas itu, ketiganya dilaporkan langsung jatuh sakit.

Tak hanya itu, menurut New Indian Express, salah satu dari tiga nekek itu kini dikatakan keluarga tengah berada dalam kondisi kritis.

Menyusul itu, keluarga korban segera melapor ke Pusat Kesehatan Masyarakat dan meminta tindakan terhadap pejabat kesehatan yang bersalah.

Setelah ditelusuri, ternyata ketiga nenek itu tidak menerima vaksin COVID-19, melainkan suntikan VAR.

Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh Hakim Distrik Shamli, Jasjit Kaur. Namun, melalui videonya, Kaur terlihat ikut menjelaskan bahwa insiden itu murni terjadi karena ketidaksengajaan.

Pasalnya, saat di puskesmas, ketiga nenek itu tidak pergi ke ruang vaksinasi COVID-19, melainkan ke depo farmasi rawat jalan (OPD).

Karena itulah, ketiganya akhirnya mendapatkan suntikan rabies dari apoteker OPD. Kendati demikian, pihak berwenang juga pada akhirnya tetap menyelidiki mengapa apoteker tersebut tidak menyelidiki catatan medis sebelum menyuntik VAR ke lengan para korban.

"Kami telah menerima laporan terperinci tentang insiden ini dan kami menemukan bahwa para wanita itu pergi untuk vaksinasi COVID-19.

"Tetapi tanpa sengaja, mereka tidak pergi ke pusat vaksinasi lantai pertama dan malah pergi ke OPD, di mana ahli farmasi di sana memasrahkan seorang apoteker dari Jan Aushadi Kendra untuk bekerja, dan ketiganya kemudian disuntik anti-rabies," kata Kaur dalam sebuah pernyataan video yang diberikan untuk wartawan.

Selanjutnya, Kaur menerangkan bahwa pihaknya telah mengutus Hakim Sub-Divisi Kairana di distrik Shamli dan dua pejabat lainnya untuk menyelidiki masalah tersebut.

Kini, identitas apoteker yang dimaksud dikatakan telah terungkap dan langsung diberhentikan dari jabatannya. Terlebih karena dalam penyelidikan, apoteker ini kedapatan memang tidak bertanya atau melakukan pemeriksaan sebelum menyuntik para korban.
 
"Tindakan paling tegas akan diambil terhadap mereka yang dinyatakan bersalah.

"Saya (juga) telah menginstruksikan Ketua Petugas Medis (CMO) untuk menghentikan apoteker itu," terang Kaur menambahkan pernyataan.

Sebelumnya, Arnakali, salah satu nenek yang disuntik VAR mengaku bahwa dia telah diberi 'kutte ka teeka'. Ini adalah istilah setempat untuk vaksin anti-rabies untuk gigitan anjing.

Saat itu, Anarkali juga mengonfirmasi bagaimana pada saat kejadian, petugas memang tidak meminta bukti pendaftaran vaksin COVID-19.

"Saya pusing setelah pulang ke rumah. Saya juga sempat ragu di rumah sakit ketika tidak dimintai kartu Aadhaar (kartu untuk registrasi penerima vaksin)," ujar Arnakali.

Hal yang sama juga telah disampaikan nenek lainnya yang bernama Satyawati. Ia pun mengaku langsung mengajukan komplain kepada pihak puskesmas setelah si apoteker berterus terang bahwa ia memang memberikan suntikan VAR.

"Saya bertanya suntikan apa yang mereka berikan kepada saya dan pria itu mengatakan kepada saya bahwa itu adalah vaksin rabies. Sebelumnya saya telah bertanya kepada orang di konter apakah vaksinasi sudah dilakukan di sini dan dia berkata ya, belilah jarum suntik seharga 10 rupee (Rp1.950) dan saya akan memberikan vaksinnya," kata Satyawati.

Sementara untuk kasus Saroj, keluarganya mengatakan bahwa ia langsung pusing dan gelisah setelah pulang dari puskemas. Saroj lalu dibawa ke dokter swasta dan menunjukkan slip OPD yang diberikan kepadanya.

Setelah itulah, diketahui bahwa Saroj diberi vaksin anti-rabies alih-alih suntikan COVID-19.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu