Lifestyle

Wacana Program Work From Bali Dan Wisata Vaksin Bali Ditunda

Sandiaga Uno memutuskan menunda wacana program Work From Bali (WFB) atau bekerja di Bali dan Wisata Vaksin ke Bali, selama masa PPKM Darurat


Wacana Program Work From Bali Dan Wisata Vaksin Bali Ditunda
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno usai disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac Astra Zeneca di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, memutuskan untuk menunda wacana program Work From Bali (WFB) atau bekerja di Bali dan Wisata Vaksin ke Bali, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli 2021.

"PPKM Darurat harus dipatuhi totalitas. Sampai 20 Juli, kami mematuhi dengan mengerem semua mobilitas. Kita WFH 100 persen. Kegiatan Work From Bali, wisata vaksin di Bali untuk sementara ditunda," ujar Sandiaga Uno di acara Press Weekly Briefieng, pad Senin, (5/7).

Sandiaga Uno menegaskan bahwa wacana program Work From Bali dan Wisata Vaksin ini hanya ditunda bukan tidak bisa dilaksanakan. Oleh karena itu, dirinya beserta jajaran terus menyiapkan pelaksanaan program, begitu PPKM Darurat usai dan kasus positif Covid-19 melandai.

Sandiaga Uno menambahkan, persiapan pembukaan Bali untuk wisatawan mancanegara tidak ditunda, karena pembukaan Bali harus ada sinkornisasi kebijakan.

"Yang tidak ditunda itu persiapannya untuk pembukaan Bali, karena pembukaan bali perlu koordinasi dan sinkronisasi kebijakan seperti izin-izin. Ini yang terus dijalankan," kata Sandi.

Sandi menceritakan, dirinya juga telah berdiskusi dengan Gubernur Bali I Wayan Koster terkait pelaksanaan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 di Pulau Dewata. Menurut dia, Gubernur Wayan Koster dengan berat hati telah menerima kebijakan pembatasan tersebut.

"Tapi mohon agar dipercepat realisasi bantuan-bantuan dana hibah pariwisata, bantuan sosial, bantuan insentif ini kepada para pelaku pariwisata dan masyarakat ekonomi kreatif di Bali. Karena hampir 2 juta lebih rakyat Bali menggantungkan hidupnya di sektor pariwiisata ini," ucapnya.

Selama PPKM Darurat, Sandi memaparkan, Kemenparekraf akan menyiapkan program Work From Bali dan Wisata Vaksin secara virtual sehingga ketika kasus baru penularan Covid-19 di Bali di bawah 100 kasus, vaksinasi mencapai 70-80 persen, kedua program ini benar-benar bisa direalisasikan.

"Ini kita harapkan begitu situasi prakondisi ini bisa tercapai dan situasi global covid jauh lebih kondusif, tentunya kita bawa keputusan akhir oleh bapak presiden untuk pembukaan Bali kembali, seperti pembukaan kembali secara dinamis oleh rekan-rekan kita di Phuket, Thailand," tuturnya.[]