Ekonomi

Wacana Pembatasan Subsidi BBM, ASTRA Cs 'Pede' Tak Pengaruhi Penjualan

Wacana Pembatasan Subsidi BBM, ASTRA Cs 'Pede' Tak Pengaruhi Penjualan
Perwakilan PT Toyota Astra Motor oleh Marketing Division Head PT Toyota-Astra Motor didampingi oleh Astra Properti dan Astra Honda Motor. (AKURAT.CO/Leofarhan)

AKURAT.CO Marketing Division Head PT.Toyota Astra Motor, Lina Agustina menanggapi wacana pembatasan subsidi sekaligus suku bunga acuan yang beberapa waktu lalu sempat ramai ditengah masyarakat Indonesia.

Dimana dirinya menilai wacana tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor produksi Toyota.

"Kalau dilihat dari nasional, impactnya belum ada, mobil ini merupakan kebutuhan masyarakat, dan aktivitasnya masih cukup tinggi, sedangkan jika dilihat dari jangka pendek  juga masih sama belum ada impactnya," ucapnya.

baca juga:

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa selama ini mobil produksi TAM sudah menggunakan teknologi ramah lingkungan Euro 4. Dengan teknologi tersebut kebanyakan mobil Toyota diharuskan menggunakan BBM nonsubsidi minimal RON 92 atau setara Pertamax.

Senada dengan Lina, General Manager Corporate Communications PT Astra Honda Motor Ahmad Muhibbudin menilai belum memberikan dampak yang signifikan di industri sepeda motor, sebab saat ini ada trend terbaru yang lagi ramai-ramainya.

"Kalau dibilang terdampak, saat ini belum terlalu signifikan ya, soalnya saat ini sedang ada trend di kalangan pesepeda motor untuk menggunakan BBM nonsubsidi sehinga menimbulkan rasa kebanggaan tersendiri, jadi jika benar-benar diteken pembatasan subsidi BBM, saya rasa belum memberikan impact yang signifikan ya," ucapnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, khusus sepeda motor dengan kapasitas 250 cc memang harus menggunakan jenis BBM kualitas tinggi. Maka dari itu, pengguna motor 250 cc pasti akan menghindari penggunaan BBM subsidi yang kualitasnya rendah.

"Kapasitas motor 250 cc emang diwajibkan untuk menggunakan BBM kualitas tinggi, soalnya jika tidak itu pasti akan mempengaruhi power sekaligus kinerja kendaraan mereka," ucapnya. 

Sebagai Informasi, menyusul ditundanya kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar, pemerintah menyatakan akan melakukan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.

Dimana pembatasan konsumsi premium dan solar antara lain dilakukan dengan mengurangi pasokan premium dan solar di perumahan-perumahan dan kawasan-kawasan elite serta melarang mobil pejabat dan instansi pemerintah menggunakan BBM bersubsidi.

Wacana-wacana tersebut memicu kontroversi. Banyak yang setuju, tak sedikit pula yang menolak. Sejumlah kalangan yang selama ini menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi menganggap rencana melarang mobil mewah, seperti Alphard  dan sejenisnya mengkonsumsi  BBM bersubsidi.