News

Wacana Hukuman Mati untuk Koruptor Bansos, Febri Diansyah: Biar Terlihat Tegas Berantas Korupsi?

Menurutnya, jangan sampai wacana hukuman mati ini membuat abai dengan munculnya nama-nama korupsi lainnya.


Wacana Hukuman Mati untuk Koruptor Bansos, Febri Diansyah: Biar Terlihat Tegas Berantas Korupsi?
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah angkat bicara mengenai wacana hukuman mati dalam kasus korupsi bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos).

“Wacana hukuman mati di kasus korupsi Bansos ini agar apa ya? Apa biar terlihat tegas berantas korupsi?,” tulis Febri di akun Twitter @febridiansyah yang dikutip AKURAT.CO pada Jumat (19/2/2021).

Febri mengatakan bahwa pelaku korupsi Bansos itu sekarang ini tidak ada yang dikenakan pasal ancaman hukuman mati.

“hmm gini ya.. tersangka korupsi bansos di KPK sekarang itu gak ada yang dikenakan pasal yang ada ancaman hukuman mati. mereka dijerat Pasal Suap (ancaman maks. seumur hidup/20th),” paparnya.

Menurutnya, jangan sampai wacana hukuman mati ini membuat abai dengan munculnya nama-nama korupsi lainnya.

"Jangan lupa juga dengan laporan ke Dewas KPK tentang dugaan masalah dalam penyidikan kasus korupsi bansos. Jangan sampai ada pihak yang menghambat, apalagi intervensi di kasus ini," ujarnya.

Sebegaimana diketahui, dua mantan menteri yang tersandung kasus pidana korupsi yakni Edhy Prabowo dan Juliari Peter Batubara dinilai layak dituntut hukuman mati. Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej.

Wamenkumham yang karib disapa Eddy Hiariej menganggap, Edhy yang merupakan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dan Juliari sebagai mantan Menteri Sosial layak dituntut dengan ketentuan Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).