News

Wacana Bongkar Jalur Sepeda Permanen Menggema di DPR, Anies Tunjukan Gestur Melawan

Usulan pembongkaran jalur sepeda permanen di jalur arteri Jalan Sudirman-Thamrin tak mengendurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengajak orang bersepeda.


Wacana Bongkar Jalur Sepeda Permanen Menggema di DPR, Anies Tunjukan Gestur Melawan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) berbincang bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (kedua kanan) saat meninjau fasilitas publik di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (2/10/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO  Usulan pembongkaran jalur sepeda permanen di jalur arteri Jalan Sudirman-Thamrin tak mengendurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengajak orang bersepeda.

Anies bahkan mengajak masyarakat, khususnya pesepeda, untuk terus mengkampanyekan kegiatan beraktivitas menggunakan sepeda. 

Gesture Anies itu menunjukan sikapnya terhadap wacana pembongkaran yang semula menggema di ruang rapat Komisi III DPR RI. 

"Saya berada dekat Senayan, dan makin hari makin banyak yang berangkat dengan bersepeda. Dan jalur sepeda pun dirapikan, dibuat tertib, sehingga semua bisa merasakan kenyamanan," kata Anies sambil mengayuh sepedanya dilansir dari akun instagram pribadinya, Senin (21/6/2021). 

Anis mengatakan, bagi masyarakat yang selama ini belum menjadikan sepeda sebagai sarana transportasi sehari-hari, ia menganjurkan untuk mulai mencobanya. Misalnya untuk aktivitas jarak dekat. Sementara untuk aktivitas jarak jauh, Anies mendukung untuk menggunakan angkutan umum. 

"Kalau pun ke kantor masih jauh, okelah naik kendaraan bermotor atau umum, tapi parkir saja sepeda di tempat kerja. Kalau perlu pergi-pergi jarak dekat pakai saja sepeda," ujarnya. 

Anies lalu menjelaskan awal mula ide pembuatan jalur khusus sepeda di tengah-tengah ibukota. Mantan rektor Universitas Paramadina itu mengatakan, jalur sepeda sejatinya dibuat sebagai sarana transportasi, bukan sebagai sarana olahraga semata. 

"Dan bersepeda sesungguhnya lebih dari berolahraga. Ini bisa jadi alat transportasi. Jadi ketika kita membangun jalur sepeda ini, jalur sepeda untuk kegiatan transportasi, bukan sebagai kegiatan sport," ungkapnya. 

Menurut Mantan Mendikbud itu, bila aktivitas bersepeda sebagai alat transportasi, perjalanan akan lebih relaks. Sebab, pesepeda tak perlu mengayuh dengan kecepatan tinggi layaknya orang yang sedang olahraga. 

"Nah kalau bersepeda sebagai alat transportasi, jalan tuh bisa relaks. Enggak perlu ngebut dan ini seperti jalan kaki saja. Tapi bergeraknya cepat tapi efisien. Jadi kita menganjurkan buat teman semua yuk biasakan gunakan sepeda," katanya. 

Sebelumnya, usulan pembongkaran jalur sepeda permanen menggema di ruang rapat Komisi III DPR.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam rapatnya meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit membongkar jalur sepeda permanen di Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Mendengar usulan itu, Listyo mengaku sepakat. Hanya saja, kata Listyo, pada prinsipnya terkait dengan jalur sepeda, sejauh ini kepolisian terus mencari formula yang cocok.

"Kami setuju masalah yang permanen itu dibongkar saja. Kami akan studi banding ke beberapa negara dekat kita," kata Listyo dalam raker di Komisi III, Rabu (16/6/2021).