News

Wacana Biaya Melahirkan Kena PPN, Netizen: Gak Ada Pajak Saja Mahal!

"Gak ada pajak aja mahal apalagi kena pajak," tulis akun @gustidiinny.


Wacana Biaya Melahirkan Kena PPN, Netizen: Gak Ada Pajak Saja Mahal!

AKURAT.CO, Pemerintah merencanakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa kesehatan. Ini tercantum pada rancangan perubahan kelima tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Meski baru wacana, PPN ini sudah menuai kontroversi di tengah-tengah publik. Terlebih yang menjadi sorotan adalah pajak bersalin atau melahirkan.

Sejumlah netizen menggerutu akibat mengetahui adanya rencana biaya melahirkan yang akan dikenakan pajak.

Seperti netizen Rino Hidayat yang menilai omongan pemerintah tidak sesuai dengan realita yang ada.

"Selain sembako dan Sekolah, bersalin pun ada PPN. Katanya peduli wong cilik, ekonomi meroket? ini malah makin hancuuurrr...!!!!!" ujar akun twitter @RinoHidayatGM yang dikutip AKURAT.CO pada Jumat (18/6/2021). 

Ada juga Neo yang mengatakan bahwa seharusnya pemerintah membantu masyarakat yang melahirkan bukan justru menambah beban.

"Seharusnya negara menyantuni biaya persalinan, memberi biaya perawatan kepada ibu dan bayi, setidaknya 6 bulan pasca melahirkan. Bukan malah membebani. Jika bayi-bayi ini sehat tentu bisa diharapakan kelak menjadi penerus yang kuat.," kata @NeoNetizen dari Twitter. 

Ada pula seorang wanita yang bernama Kei mengaku tidak ingin melahirkan di Indonesia ketika nanti melahirkan.

"Nanti aku lahiran gak usah di INA. Soalnya biaya lahiran masuk wacana kena pajak. Di luar negeri mah bahkan mama-mama yang lagi hamil dan habis melahirkan dapat uang bulanan dari negara, di sini mah dijadiin ladang malak rakyat :)," kata @Keii95_.