News

Wacana Anies Jual Saham Bir, Petinggi PT Delta: Kita Masih Membukukan Penjualan dan Profit di Tahun Pandemi

PT Delta Djakarta masih meraup untung di tengah carut marutnya perekonomian DKI Jakarta.  


Wacana Anies Jual Saham Bir, Petinggi PT Delta: Kita Masih Membukukan Penjualan dan Profit di Tahun Pandemi
Ilustrasi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Marketing and Independent Director of PT Delta Djakarta Tbk Ronny Titiheruw mengaku pihaknya punya prospek penjualan yang bagus pada 2020, kendati roda perekonomian Jakarta pincang dihantam Covid-19.

Walau tidak menjabarkan besar keuntungan yang didapat secara rinci, namun kata dia perusahaan produsen bir itu masih meraup untung di tengah carut marutnya perekonomian DKI Jakarta.  

"Saham PT Delta saya rasa kita bisa melewati tahun 2020 dengan surviving gitu ya, kita masih bisa membukukan penjualan dan profit gitu lho pada saat pandemi yang sangat berat untuk setiap kegiatan usaha industri dan bangsa Indonesia," kata Ronny usai bertemu Komis B DPRD DKI Jakarta, di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya saham sebesar 210,20 juta lembar di perusahaan tersebut, saham itu mau dijual Gubenur Anies Baswedan dengan berbagai alasan. Namun wacana belum direstui DPRD DKI Jakarta. Salah satu yang menolak keras penjualan saham itu adalah ketua DPRD  DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. 

Terkait  wacana penjualan saham milik Pemprov DKI di perusahaan itu, Ronny tak mau  banyak bicara. Kata dia hal itu menjadi hak prerogatif Anies Baswedan. Pihaknya siap menerima apapun keputusan Pemprov DKI  Jakarta.

"Saya no comment untuk itu, itu adalah hak prerogatif dari Pemprov DKI selaku pemegang saham saya no comment," tuturnya.

Wacana penjualan saham milik Pemprov DKI Jakarta sudah digulirkan Anies Baswedan setahun setelah menjabat Gubernur DKI. Sebab rencana menjual saham itu menjadi salah satu janji kampanye di Pilkada DKI 2017 lalu. 

Ronny mengaku sejauh ini belum ada omongan resmi dari Anies Baswedan soal pelepasan saham tersebut kepada pihaknya.

"Sampai sejauh ini kita belum menerima komunikasi resmi dari Pemprov DKI mengenai wacana pelepasan saham itu," ungkapnya.

Wacana pelepasan saham itu juga kemudian berpolemik di kalangan legislator Kebon Sirih gara-gara banyak fraksi yang belakangan menyatakan sikap mendukung Anies Baswedan.

Pernyataan Prasetyo yang semula menolak keras penjualan saham itu dianggap sebagai pandangan pribadi dan tidak mewakili DPRD. Sebab Prasetyo  juga selama ini tidak pernah duduk bareng  fraksi lain membahas hal ini.

Adapun fraksi yang mendukung penjualan saham DKI di PT Delata adalah, Partai Golkar, PKS, Partai Gerindra, PAN dan PKB-PPP. []

 

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu