Ekonomi

Wabah PMK Merebak, Nilai Ekonomi Kurban 2022 Naik Tipis

Potensi nilai ekonomi kurban Indonesia tahun 2022 sebesar Rp 24,3 triliun yang berasal dari 2,17 juta pekurban (shahibul qurban)


Wabah PMK Merebak, Nilai Ekonomi Kurban 2022 Naik Tipis
Illustrasi (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Lembaga riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi nilai ekonomi kurban Indonesia tahun 2022 sebesar Rp 24,3 triliun yang berasal dari 2,17 juta pekurban (shahibul qurban).

Proyeksi tersebut meningkat tipis dari tahun lalu yang kami estimasikan mencapai Rp 22,3 triliun dari 2,11 juta orang pekurban.

"Meski tahun ini keberangkatan jamaah haji ke tanah suci sudah kembali dibuka dan pandemi telah mereda, namun terhambatnya pemulihan pasca pandemi akibat krisis global, melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga pangan dan energi, serta penyebaran wabah PMK (penyakit mulut dan kuku), menyebabkan kami mengambil estimasi kenaikan yang konservatif," kata Direktur IDEAS Yusuf Wibisono.

baca juga:

Ia mengatakan wabah PMK yang marak dalam beberapa bulan terakhir berpotensi memberi tekanan pada harga hewan ternak akibat pembatasan mobilitas hewan ternak serta minimnya pasokan akibat terbatasnya hewan ternak yang bebas penyakit.

Dari 2,17 juta keluarga muslim berdaya beli tinggi yang berpotensi menjadi shahibul qurban ini, kebutuhan hewan kurban terbesar adalah kambing-domba sekitar 1,31 juta ekor, sedangkan sapi-kerbau sekitar 519 ribu ekor.

"Dengan asumsi berat kambing-domba antara 20-80 kg dengan berat karkas 41% serta berat sapi-kerbau antara 250-750 kg dengan berat karkas 57%, maka potensi ekonomi kurban 2022 dari sekitar 1,8 juta hewan ternak ini setara dengan 106,2 ribu ton daging," paparnya.

Ia mengungkapkan, potensi kurban terbesar datang dari Pulau Jawa, terutama wilayah aglomerasi dimana mayoritas kelas menengah muslim dengan daya beli tinggi berada.

"Potensi kurban Pulau Jawa kami proyeksikan terdiri dari 396 ribu sapi-kerbau dan 936 ribu kambing-domba, senilai Rp 18,3 triliun atau setara 80,4 ribu ton daging," tegasnya.

Potensi kurban Jawa terbesar datang dari Jabodetabek, yaitu 117 ribu sapi-kerbau dan 280 ribu kambingdomba, senilai Rp 5,3 triliun, setara 24 ribu ton daging. Potensi kurban Jawa terbesar lainnya datang dari Bandung Raya, Surabaya Raya, Yogyakarta Raya, Malang Raya dan Semarang Raya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi