News

'Wabah' Pelecehan Seksual Merebak di Lembaga Pemerintah Australia, 1/3 Staf Mengaku Jadi Korban

Laporan itu, yang berjudul 'Set the Standard', menemukan bahwa 51 persen staf telah mengalami beberapa bentuk pelanggaran pelecehan.


'Wabah' Pelecehan Seksual Merebak di Lembaga Pemerintah Australia, 1/3 Staf Mengaku Jadi Korban
Parlemen Australia dan kantor pemerintah lainnya menemukan bahwa satu dari tiga karyawan telah mengalami pelecehan seksual. (EPA-EFE)

AKURAT.CO Sebuah laporan penting menyebut bahwa sepertiga dari karyawan yang bekerja di parlemen Australia dan kantor-kantor pemerintah lainnya, telah dilecehkan secara seksual.

Sebagaimana diwartakan BBC, laporan itu dibuat setelah seorang mantan staf politik, Brittany Higgins, mengatakan dia telah diperkosa oleh seorang rekan di kantor menteri.

Kisah Higgins muncul awal tahun ini, dan berhasil memicu gelombang tuduhan pelanggaran serupa di Canberra.

Dalam persentase yang tidak proporsional ini, para korban adalah perempuan, ungkap Komisioner Diskriminasi Seks, Kate Jenkins.

Laporan itu, yang berjudul 'Set the Standard', menemukan bahwa 51 persen staf telah mengalami beberapa bentuk pelanggaran pelecehan. Di antaranya termasuk intimidasi, pelecehan seksual atau percobaan hingga serangan seksual yang sebenarnya.

"Pengalaman seperti itu meninggalkan jejak kehancuran bagi individu dan tim mereka dan merusak kinerja parlemen kami sehingga merugikan negara," kata Jenkins, yang  menulis laporan tersebut.

Menurut laporan Straits Times,  dalam surveinya, Jenkins melibatkan 1.723 saksi dan 33 organisasi untuk dimintai keterangan. 

Dari hasil survei itu, ditemukan bahwa 63 persen anggota parlemen perempuan pernah mengalami pelecehan seksual - persentase yang bahkan lebih tinggi daripada staf politik. Selain itu, ditemukan pula bahwa lebih dari seperempat karyawan yang mengaku mengalami pelecehan seksual, mengatakan seorang anggota parlemen bertanggung jawab. Kemudian, sekitar 37 persen staf mengatakan mereka pernah mengalami perundungan.

Dalam laporan itu, seorang anggota parlemen yang tidak disebutkan namanya bersaksi bahwa pelecehan yang diterimanya telah menjadi 'budaya'.

"Para calon politisi pria yang tidak memikirkan apa pun, dalam satu kasus, menjemput Anda, mencium bibir Anda, mengangkat Anda, menyentuh Anda, menepuk bagian bawah Anda, berkomentar tentang penampilan Anda. Anda tahu? Itu menjadi hal yang biasa. Poin yang saya utarakan itu, diizinkan dan didorong oleh budaya."

Tinjauan tersebut kemudian mulai diajukan di parlemen federal pada hari Selasa (30/11).

Wabah Pelecehan Seksual Merebak di Lembaga Pemerintahan Australia, 23 dari Karyawan Mengaku Jadi Korban - Foto 1
Mantan staf politik Brittany Higgins menginspirasi warga lain untuk berani mengajukan tuduhan pelecehan seksual di kalangan lembaga pemerintahan Australia, seperti parlemen - News.com.au

"Sementara kami mendengar pengalaman positif bekerja di parlemen, ada orang lain yang berbagi pengalaman tentang intimidasi, pelecehan seksual, dan kekerasan seksual. Terlalu sering, kami mendengar bahwa tempat kerja ini bukanlah lingkungan yang aman bagi banyak orang yang berada di dalamnya," tambah Jenkins dalam laporannya. 

Perdana Menteri Scott Morrison sebelumnya telah dituduh 'tuli' pada isu-isu yang secara tidak proporsional memengaruhi para perempuan di parlemen. Namun, setelah ribuan wanita berunjuk rasa di seluruh Australia untuk memprotes kekerasan seksual, ia mulai memerintahkan Komisioner Diskriminasi Seks untuk melakukan penyelidikan independen.

Kini, setelah mengetahui laporan itu, Morrison menggambarkan temuan sebagai 'hal yang  mengerikan'.

Morrison juga telah memberi indikasi bahwa pemerintahnya kemungkinan akan mendukung 28 rekomendasi laporan tersebut, yang mencakup penetapan target untuk keseimbangan dan keragaman gender di semua peran parlementer.

"Laporan tersebut membahas ketidakseimbangan kekuatan, ketidakseimbangan gender, kurangnya akuntabilitas untuk perilaku, serta memahami lingkungan kerja yang menuntut di parlemen," kata Morrison saat berbicara kepada wartawan di Canberra, Selasa.

Higgins, sementara itu, mengatakan akan mendesak para anggota parlemen di seluruh lini politik untuk menerapkan rekomendasi laporan secara penuh.

"Saya ingin berterima kasih kepada banyak orang yang telah berani berbagi cerita, yang berkontribusi pada ulasan ini," katanya.[]