Entertainment

Vonis Terdakwa Kasus Mafia Tanah Dibawah 3 Tahun, Keluarga Nirina Zubir Kecewa

Vonis Terdakwa Kasus Mafia Tanah Dibawah 3 Tahun, Keluarga Nirina Zubir Kecewa
Ernest Cokelat dan kakak Nirina Zubir, Fadhlan Karim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/08). (AKURAT.CO/Maria Gabrielle)

AKURAT.CO, Sidang putusan kasus mafia tanah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/08).

Keluarga Nirina Zubir sebagai korban turut hadir dalam persidangan. Kelima terdakwa dihadirkan dalam sidang secara virtual.

Dalam persidangan, Riri Khasmita dan Edrianto divonis pidana penjara masing-masing selama 13 tahun dan denda masing-masing sebesar Rp1 milyar. Riri Khasmita dan Edrianto didakwa dengan Pasal 264 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 3 Undang Udang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

baca juga:

Dua terdakwa lainnya, Farida dan Ina Rosiana juga dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan pemalsuan surat dan tindak pencucian uang. Mereka divonis pidana penjara masing-masing selama 2 tahun 8 bulan dan denda masing-masing sebesar Rp 1 milyar.

Sedangkan untuk terdakwa Erwin Riduan, hukuman yang dijatuhkan berupa pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 1 milyar. Atas vonis yang dijatuhkan, keluarga Nirina Zubir menyatakan kecewa.

Kekecewaan Keluarga Nirina Zubir Atas Vonis 3 Terdakwa Kasus Mafia Tanah - Foto 1
Terdakwa kasus mafia tanah Terdakwa kasus mafia tanah saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/08). AKURAT.CO/Maria Gabrielle

"Untuk keputusan Riri sama Edrianto ya kami cukup puas ya. Cuman kalau mengenai notaris ini, apalagi Farida yang di mana dia aktor intelektualnya itu kami ya kecewa ya dengan keputusan hakim cuman 2 tahun 8 bulan," ujar Fadhlan Karim ditemui usai sidang, Selasa (16/08) sore.

Apalagi saat ini para terdakwa sudah mendekam selama sembilan bulan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Sehingga hanya tersisa masa tahanan 1 tahun 9 bulan.

"Jadi ya saya mohon ya tolong didengar bapak Presiden, Pak Jokowi, Menteri ATR BPN, Bapak Hadi dan juga Jaksa Agung Burhanudin. Ya ini kalau mau memberantas mafia tanah kayaknya kita akan terus menemui jalan buntu ya kalau aktor intelektualnya itu nggak diapa-apain. Ya terus terang saja ya kami sangat kecewa," jawab Fadhlan.

Lebih lanjut, Fadhlan menuturkan jika pihak keluarga sudah memperkirakan lamanya hukuman yang menjerat para terdakwa. Ia menyesalkan mengapa aktor intelektual dalam kasus ini hanya mendapatkan hukuman seperti itu.

Ketika disinggung mengenai langkah selanjutnya yang bakal diambil, Fadhlan menuturkan pihaknya akan berdiskusi lebih dahulu dengan kuasa hukum.

"Ini kan baru selesai sidang. Kami akan bicarakan lagi dengan lawyer kami ke depannya," pungkas Fadhlan Karim.[]