News

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan! Ini 5 Fakta Terbaru Kasus Pemerkosa 13 Santriwati, Herry Wirawan

Fakta kasus pemerkosa 13 santriwati, Herry Wirawan.

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan! Ini 5 Fakta Terbaru Kasus Pemerkosa 13 Santriwati, Herry Wirawan
Terpidana kasus kekerasan seksual terhadap anak Herry Wirawan mendengarkan putusan majelis hakim saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/2/2022). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

AKURAT.CO Setelah sempat menjadi perhatian nasional, kini pelaku kasus pemerkosaan kepada beberapa perempuan berusia 13 hingga 17 tahun, Herry Wirawan, resmi menemui akhir. Guru ngaji tersebut kini dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan Pasal 67 KUH Pidana. Namun, dengan dakwaan ini, sejumlah korban justru menangis dan kecewa dengan keputusan hakim tersebut. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait informasi terbaru dari kasus Herry Wirawan. 

1. Dihukum penjara seumur hidup

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Jl. LLRE Martadinata, Kota Bandung pada hari Selasa (15/2) siang tadi, vonis bagi Herry Wirawan telah dijatuhkan. Guru ngaji yang memerkosa 13 santriwatinya ini divonis hukuman seumur hidup. Keputusan hakim tersebut merujuk pada Pasal 67 KUH Pidana. 

baca juga:

2. Tidak ada yang meringankan Herry

Vonis tersebut diambil setelah hakim melihat tidak ada hal yang meringankan hukuman Herry. Hakim menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan pelaku cabul tersebut telah merusak korban dari sisi perkembangan dan fungsi otak. Selain itu, karena tindakannya Herry juga telah mencemarkan lembaga pesantren di berbagai wilayah dan membuat orangtua tidak lagi mau mengirimkan anaknya belajar di pesantren. Selain itu, tindakan bejat Herry juga membuat korban dan keluarganya trauma. 

3. Lebih ringan dari tuntutan

Sebelumnya, pada sidang hari Selasa (11/2) lalu, Herry mendapatkan lima tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam tuntutan tersebut, poin pertama adalah jaksa menuntut agar Herry mendapatkan hukuman mati. Setelah itu, Herry juga dituntut untuk menjalani pidana tambahan pengumuman identitas dan kebiri kimia. Selain itu, Herry juga dikenakan hukuman denda Rp500 juta dan restitusi kepada korban Rp331 juta, pembubaran yayasan pesantren, hingga penyitaaan aset dan barang bukti. 

4. Korban menangis kecewa

Ketua Komnas Perlindungan Anak Jawa Barat yang juga berperan mendampingi santriwati korban aksi bejat Herry menyatakan bahwa korban dan keluarganya menangis tersedu-sedu atas hukuman yang menimpa Herry. Tangisan tersebut merupakan bagian dari kekecewaannya terhadap keputusan hakim. Pasalnya, trauma luar biasa yang diderita oleh korban dianggap tidak sepadan dengan hukuman penjara seumur hidup yang diputuskan oleh hakim. 

5. Lakukan pemerkosaan selama lima tahun

Herry Wirawan telah terbukti melakukan pemerkosaan kepada 13 santriwati di mana beberapa di antaranya telah melahirkan. Aksi yang dilakukannya kepada santriwati yang berada di bawah umur dengan usia 13 tahun hingga 17 tahun tersebut dilakukan selama lima tahun mulai tahun 2016 hingga 2021 lalu. Dari perbuatannya, 9 bayi telah dilahirkan. Selain itu, Herry juga terbukti melakukan korupsi dana Program Indonesia Pintar dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 

Dalam keputusannya, hakim juga membebankan dana restitusi korban Herry Wirawan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak . Sedangkan perawatan sembilan anak dari korban diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.[]