News

Vonis Eks Mensos Juliari Batubara Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa KPK

Hakim menilai Juliari terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap Rp 32,482 miliar


Vonis Eks Mensos Juliari Batubara Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa KPK
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara usai mengikuti sidang di Tipikor secara virtual dari Gedung ACLC KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (23/8/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Juliari terbukti bersalah menerima uang suap Rp 32,482 miliar berkaitan dengan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 di Kementerian Sosial.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun dan pidana denda Rp 500 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan enam bulan," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis dalam persidangan virtual yang ditayangkan melalui akun YouTube Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/8/2021).

Juliari Batubara bersalah melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Menyatakan terdakwa, Juliari P Batubara secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu," kata hakim.

Selain itu, hakim juga meminta Juliari membayar uang pengganti Rp 14.597.450.000 dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah perkara tetap, maka harta Juliari dirampas.

"Apabila harta terdakwa tidak mencukupi maka diganti penjara selama dua tahun," masih kata hakim Muhammad Damis.

Putusan hakim ini lebih berat dari tuntutan Jaksa KPK. Jaksa KPK sebelumnya menuntut Juliari 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Jaksa menyatakan Juliari terbukti menerima suap Rp 32,2 miliar dari korupsi bansos Covid-19. Jaksa merinci sumber duit tersebut di antara berasal dari pengusaha Harry Van Sidabukke sebanyak Rp 1,28 miliar dan Ardian Iskandar Maddanatja sebanyak Rp 1,9 miliar. Sedangkan sebanyak Rp 29,2 miliar dari beberapa perusahaan penyedia barang sembako bansos Covid-19.

Jaksa mengatakan uang itu diberikan agar pihak yang memberikan fee ditunjuk menjadi penyedia sembako bansos Covid-19. Uang diberikan kepada Juliari Batubara melalui dua pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Dalam beberapa kesempatan, Juliari Batubara membantah memerintahkan bawahannya mengumpulkan uang fee dari para vendor. Dia membantah terlibat kasus suap bansos Covid-19.[]