News

Volume Kubah Lava Bagian Tengah Merapi Melejit, Lampaui Sisi Barat Daya

Volume kubah lava Merapi yang berada di sisi tengah kawah gunung dilaporkan telah bertumuh hingga melebihi satu juta meter kubik


Volume Kubah Lava Bagian Tengah Merapi Melejit, Lampaui Sisi Barat Daya
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 22 kali pada Rabu (27/1/2021) (Twitter/@BPPTKG)

AKURAT.CO, Volume kubah lava Merapi yang berada di sisi tengah kawah gunung dilaporkan telah bertumuh hingga melebihi satu juta meter kubik. Bahkan melampaui kubah lava di sektor barat daya.

"Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 14 April terhadap tanggal 8 April 2021 menunjukkan volume kubah tengah yaitu sebesar 1.681.000 m3," ungkap Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam keterangannya, Minggu.

Laporan BPPTKG yang dirilis 6 April lalu sementara menyebut tinggi kubah lava sisi tengah menjadi 70 meter. Sedangkan volume terakhir diketahui pada pertengahan Maret kemarin adalah 950 ribu m3.

Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 15 April terhadap 7 April 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah lava sisi barat daya.

"Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.024.800 m3 dengan laju pertumbuhan 12.200 m3/hari," urai Hanik.

Sementara untuk aktivitas kegempaan Gunung Merapi minggu ini tercatat 6 kali kejadian awan panas guguran (AP); 21 kali gempa Fase Banyak (MP); 1.038 kali gempa Guguran (RF); 13 kali gempa Hembusan (DG); dan 10 kali gempa Tektonik (TT). 

Intensitas kegempaan pada pekan ini disebut relatif tetap apabila dibandingkan periode sebelumnya.

BPPTKG mencatat awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh 1.800 meter ke arah barat daya selama periode pengamatan 9 - 16 April 2021. Terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 46 mm dan durasi 132 detik.

Sedangkan guguran lava teramati sebanyak 119 kali dengan jarak luncur guguran lava maksimal 1.500 meter ke arah barat daya. Selain itu 7 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 meter.

"Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," tegas Hanik. 

Hanik melanjutkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sektor tenggara yaitu sungai Gendol sementara sejauh 3 kilometer.

Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif mampu menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.[]