News

Visa Bermasalah, 4 Fakta 46 Jemaah Haji Furoda Dipulangkan ke Indonesia

Sebanyak 46 jemaah haji asal Indonesia terpaksa dideportasi oleh otoritas Arab Saudi, karena menggunakan visa haji dari Singapura dan Malaysia.


Visa Bermasalah, 4 Fakta 46 Jemaah Haji Furoda Dipulangkan ke Indonesia
Foto ilustrasi: Jemaah haji kloter pertama melakukan registrasi ulang di Asrama Haji, Jakarta Timur, Jumat (3/6/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Sebanyak 46 jemaah haji asal Indonesia terpaksa dideportasi oleh otoritas Arab Saudi. Hal tersebut dikarenakan mereka menggunakan visa haji dari Singapura dan Malaysia. 

Diketahui bahwa haji furoda adalah pelaksanaan haji yang tak perlu menunggu antrean karena tidak termasuk dalam kegiatan haji reguler maupun khusus.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut sederet fakta mengenai haji furoda hingga 46 jemaah asal Indonesia yang terpaksa dipulangkan.

baca juga:

1. Gunakan visa tidak resmi dari Singapura dan Malaysia

Sebanyak 46 jemaah yang gagal haji tersebut ternyata menggunakan visa tidak resmi yang berasal dari Singapura dan Malaysia. Puluhan calon haji tersebut terpaksa harus tertahan di bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah pada Kamis (30/6), setelah menaiki pesawat Garuda Indonesia. Mereka semua gagal masuk ke Saudi dikarenakan identitas jemaah yang tidak terdeteksi dan tidak cocok dengan imigrasi. Semua orang tersebut telah mengantongi visa namun bukan berasal dari Indonesia.

2. Gunakan jasa perjalanan haji yang tidak terdaftar di Kemenag

Diketahui bahwa puluhan calon haji tersebut mendaftar sebagai haji furoda melalui PT Alfatih Indonesia Travel. Perusahaan tersebut beralamat di Bandung, Jawa Barat, namun ternyata agen travel tersebut tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Sehingga kini berdampak pada keberangkatan calon jemaah haji.

3. Pendaftaran sebagai haji furoda yang benar

Kemenag mengingatkan agar pemegang visa mujamalah yang digunakan oleh haji furoda seharusnya wajib berangkat ke Arab Saudi melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Ada baiknya para calon jemaah haji memperhatikan dan lebih cermat dalam memilih agen travel untuk keberangkatan. Pihak PIHK juga telah mengatakan bahwa yang dilakukan oleh PT Alfatih Indonesia Travel telah menyalahi aturan.

4. Jemaah haji furoda yang gagal berangkat mengalami kerugian

Calon jemaah haji furoda yang terpaksa dideportasi tersebut diketahui telah membayar kisaran Rp250 juta - Rp300 juta untuk menjalankan ibadah haji furoda tanpa harus mengatre bertahun-tahun. 

Itulah tadi sederet fakta mengenai 46 warga Indonesia pendaftar hari furoda yang terpaksa harus dideportasi karena visa bermasalah.[]