News

Virus Corona Sebabkan Tragedi di Ekuador, 5 Ribu Kematian Dilaporkan dalam Semalam


Virus Corona Sebabkan Tragedi di Ekuador, 5 Ribu Kematian Dilaporkan dalam Semalam
Melejitnya angka kematian menyebabkan warga terpaksa membuat peti mati dari kardus (BBC)

AKURAT.CO, Data resmi pemerintah Ekuador menyebut angka kematian akibat virus corona di sana sebesar 474 orang. Anehnya, data dari salah satu provinsi di negara itu menyebut ribuan orang telah meninggal dunia.

Dilansir dari BBC, dalam 2 minggu pertama di bulan April, 6.700 orang meninggal dunia di Guayas. Angka ini menjadikan Guayas menjadi wilayah paling terdampak, tak hanya di Ekuador, tetapi juga di kawasan Amerika Latin.

Kematian ini pun tak hanya disebabkan virus corona. Epidemi telah mengganggu kinerja fasilitas kesehatan. Akibatnya, banyak pasien yang mengalami masalah kesehatan lain jadi tak tertangani.

"Kami telah menyaksikan mayat tergeletak di mobil, ambulans, rumah, bahkan di jalanan," ungkap Katty Mejia yang bekerja di rumah duka Guayaquil, kota terbesar di Ekuador yang terletak di provinsi Guayas.

Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat rumah sakit tak mampu lagi menerima pasien. Jika mereka pergi ke klinik swasta, mereka harus membayar tunai, tetapi tak semua orang mampu.

Hantaman virus corona di kota berpenduduk 2,5 juta orang ini menyebabkan banyak rumah duka kewalahan. Tak sedikit yang memilih tutup lantaran pekerjanya takut tertular.

Keluarga yang berduka pun tak punya pilihan selain menggeletakkan mayat di luar rumah. Bahkan, beberapa mayat tergeletak sampai berhari-hari. Guayaquil juga kehabisan liang kubur sehingga jenazah harus dimakamkan di kota lainnya atau dikremasi.

Tak sampai di situ, tingginya angka kematian juga menyebabkan peti mati langka, sampai-sampai orang-orang membuat peti mati dari kardus. Narapidana juga dikerahkan untuk membuat peti mati kayu.

Virus Corona Sebabkan Tragedi di Ekuador, 5 Ribu Kematian Dilaporkan dalam Semalam - Foto 1
BBC

Presiden Ekuador Lenin Moreno mengakui negaranya gagal menangani krisis ini. Namun, pemerintah yakin angka kematian akibat virus corona di sana hanya mencapai 400 orang hingga 16 April. Data Worldometers pada Senin (20/4) juga menyebut angka kematiannya hanya mencapai 474 orang.

Namun, setelah Satuan Tugas Gabungan Virus Corona mengumpulkan semua data, angka kasarannya berubah.

"Dari data Kementerian Dalam Negeri, tempat pemakaman umum, kantor catatan sipil, dan yang dikumpulkan tim kami, tercatat 6.703 orang meninggal dunia di Guaya pada 2 minggu pertama di bulan April. Biasanya ada 2 ribu kematian per bulan di provinsi ini. Jadi kami sudah mencatat 5.700 kematian lebih banyak daripada biasanya," terang Jorge Wated, kepala Satgas.

Meski begitu, tak semua angka kematian ini berhubungan dengan COVID-19. Sebagian meninggal akibat gagal jantung, gangguan ginjal, atau masalah kesehatan lain yang memburuk karena tak segera ditangani.

"Sistem kesehatan Ekuador selalu bermasalah. Ini menjadi salah satu kelemahan di hampir semua periode pemerintahan. Dengan sistem kesehatan yang lemah dan tingginya jumlah pasien, ICU langsung lumpuh," terang Dr Carlos Mawyin.

Pemerintah sendiri telah memperpanjang jam malam dan berjanji memperbanyak tes. Namun, bagi warga Ekuador yang telanjur kehilangan orang terkasihnya, janji itu sudah terlambat. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co