News

Viral, Warga Protes Tidak Dapat Sembako di Pekojan, Begini Faktanya


Viral, Warga Protes Tidak Dapat Sembako di Pekojan, Begini Faktanya
Tangkap layar Instagram @westjurnalpalma yang memposting video warga protes tidak mendapat sembako. (Instagram/@westjurnalpalma )

AKURAT.CO, Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga protes tidak mendapat sembako di Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat viral di media sosial pada Minggu (19/4/2020).

Video viral setelah diposting akun Instagram @westjurnalpalma. Dalam video berdurasi 8 menit 18 detik, terlihat warga berkumpul membahas sembako dari pemerintah. Namun, pembicaraan mereka tidak jelas untuk didengar lantaran banyak yang berbicara bersamaan.

Sementara, narasi yang disampaikan akun @westjurnalpalma menjelaskan bahwa seorang warga RW 12 protes karena tidak mendapat sembako.

"Seorang Warga di RW 12, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat protes karena tidak mendapatkan sembako dari Pemerintah. Padahal dari informasi yang dihimpun atau dugaan sementara, orang yang protes itu masuk kategori warga mampu," tulis akun @westjurnalpalma.

Lurah Pekojan Syaiful Fuad Rohadi saat dikonfirmasi belum mengetahui permasalahan tersebut. Dia malah menyarankan wartawan untuk bertanya langsung kepada Ketua RW setempat.

"Cek dengan RW-nya karna ada by name by address. Jelas apakah terdaftar atau tidak, jika tidak pakai data susulan. Langsung ketemu RW saja jelas biar tidak blunder. Nanti ada solusinya ko," ucap Syaiful.

Viral, Warga Protes Tidak Dapat Sembako di Pekojan, Begini Faktanya - Foto 1
Pelaksana tugas (Plt) Ketua RW 12 Supri . AKURAT.CO/Miftahul Munir

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Ketua RW 12 Supri menerangkan bahwa warganya yang protes bernama Hendra. Kala itu, Hendra meminta klarifikasi soal kemunculan nama penerima sembako dari Pemprov DKI Jakarta.

Supri mengatakan, seharusnya perseteruan Hendra dengan Ketua RT bisa dihindarkan apabila keduanya tidak emosional.

"Sampai RT saya bilang kalau ada permasalahan jangan ditanggapi emosi, wajar masyarakat bertanya, wajar masyarakat ingin tahu," ujar Supri kepada AKURAT.CO.

Supri berharap permasalahan serupa tidak terulang. Dia mengatakan setiap persoalan pasti ada solusinya.  

"Semalam sebagai pelayan masyarakat ada bantuan sosial ada namanya kita kasih sesuai namanya. Bahkan yang ada namanya, tapi orangnya sudah tidak seperti pindah, atau meninggal, tapi tidak ada ahli warisnya tolong kembalikan. Supaya warga yang belum terdaftar diberikan," tuturnya.

Terkait nama-nama penerima bantuan, Supri mengatakan telah membuat formulir tambahan untuk pendataan. Namun, dia tidak memastikan warga yang mengisi formulir itu bisa mendapat sembako dari pemerintah atau tidak.

"Saya susah kasih tahu, Pak Hendra gak usah khawatir nanti ada form. Form pun saya gak janjikan 100 persen, saya gak berani karena kan kemampuan DKI kita gak tau saya sih pengennya semua dapat. Kalau misalkan ada 100, tapi yang datang didata susulan cuma 30 atau separunya apa gak marah lagi warga? Saya tetap ajukan form susulan," ucapnya.

Hendra yang sempat protes kepada Ketua RT, kata Supri telah paham mekanisme pembagian sembako. Untuk itu, permasalahan Ketua RT dan Hendra dianggapnya sudah selesai.[]