News

Viral, Warga Bekasi Dirantai saat Akan Salat Idul Adha, Ini Fakta Sebenarnya

Video tersebut memancing emosi warganet, padahal faktanya berkata lain


Viral, Warga Bekasi Dirantai saat Akan Salat Idul Adha, Ini Fakta Sebenarnya
Viral warga digelandang masuk ke truk saat akan laksanakan salat Idul Adha (twitter/@tukangrosok___)

AKURAT.CO, Belakangan viral unggahan di media sosial yang menyebut warga Bekasi ditangkap dan dirantai ketika akan melaksanakan salat Idul Adha. Unggahan tersebut berhasil memancing emosi warganet di media sosial. 

Faktanya, kejadian tersebut ternyata terjadi bukan di Bekasi, melainkan di Malaysia. Hal ini awalnya dikonfirmasi oleh akun Twitter @tukangrosok___.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah jemaah yang diduga tetap melaksanakan Salat Idul Adha di masjid sedang digelandang menuju sebuah truk. 

“Kejadian ini di Malaysia 20/07/2021. Infonya Kondisi Kerajaan Malaysia lagi Lockdown tetapi orang² ini memaksa melaksanakan Sholat Id di Luar Gerbang Masjid.Akhirnya Aparat Kepolisian menangkap mereka. Dan kabarnya yg ditangkap kebanyakan WNI,” tulis akun @tukangrosok___. 

Dalam video tersebut terlihat sejumlah warga sedang diarahkan untuk menaiki sebuah truk berpenutup. Sejumlah orang tersebut terlihat mengenakan pakaian layaknya mengikuti salat berjamaah lengkap dengan sarung dan sajadahnya. 

Akun @tukangrosok___ juga mengunggah sejumlah video lainnya yang memperlihatkan keadaan sejumlah warga yang diduga sebagian besar warga Indonesia tersebut ketika berada di dalam truk tersebut. 

Video lanjutan dari utas tersebut juga memperlihatkan sejumlah warga yang sedang berkumpul. Bahkan, sejumlah warga tersebut juga terlihat sedang menikmati kudapan secara bersama-sama di sebuah lapangan. 

“Akibat melanggar SOP Hari Raya Idul Adha di Malaysia. semoga cepat bebas dan cepat diproses saudara,” tulis pesan yang ada di video unggahan akun @tukangrosok___. 

Sebagai bukti, utas tersebut juga memperlihatkan informasi resmi yang dirilis oleh pihak Imigrasi Malaysia melalui akun Twitternya @imigresenmy. 

Kapolres Gombak Asisten Komisaris Zainal Mohamed Mohamed mengatakan Pusat Pengendalian Mabes Polres Gombak menerima informasi dari masyarakat bahwa ada pihak yang mengadakan jamuan makan pada pukul 10 pagi.

Menurut dia, berdasarkan informasi tersebut, tim kepolisian dari Tim Kepatuhan Mapolres Gombak (IPD) mendatangi rumah tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan yang dilakukan ditemukan sebanyak 31 orang di rumah tersebut menggelar makan malam Idul Adha.

“Mereka terdiri dari 29 pria dan seorang wanita asing serta seorang wanita lokal, semuanya berusia antara 20 hingga 40 tahun,” katanya dalam sebuah pernyataan malam ini dikutip dari Hmetro, Rabu (21/7)

Tak pelak, unggahan video tersebut pun menuai perhatian dari warganet. 

“Ini dibeberapa wag dijadikan hoax bahwa kejadinya di bekasi,” balas akun @H4l!mun_D1n61n. 

“Begini harusnya hukum ditegakkan... bukan malah klewer2 seperti disini,” balas akun @KH4P03R. 

“Ga cukup negara sendiri, negara orang pun digitukan.. salut,” timpal akun @Deariy. 

“Sy sendiri ada d JB, Malaysia, peraturan/UU sangat d takuti n d jlkan dgn baik, bkn sperti d indo, agama jd jualan d sana. G ada demo²an, kalau smpe terjadi, penjara menunggu,” timpal akun @Daniel_Vanrum. 

Sayangnya, sejumlah video tersebut sempat dijadikan hoaks dengan informasi bahwa insiden tersebut terjadi di Bekasi. []