Rahmah

Viral Video Pernikahan Laki-laki dengan Dua Wanita Sekaligus, Sahkah Menurut Islam?

Pernikahan model demikian tidak lumrah di masyarakat


Viral Video Pernikahan Laki-laki dengan Dua Wanita Sekaligus, Sahkah Menurut Islam?
Pria ini menikahi dua wanita sekaligus (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Beredar video pernikahan seorang pria dengan dua wanita sekaligus ramai di media sosial. Pria tersebut bernama Korik Akbar (20). Sementara dua wanita yang dinikahinya bernama Khusnul Hotimah (20), Yun Nitanuri (21). 

Pernikahan yang digelar di kediaman sang pria ini dilaksanakan pada Senin (26/7/2021) di rumah Korik. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga menyaksikan pernikahan yang digelar sesuai adat istiadat setempat.

Lantas, bagaimana hukum menikahi dua wanita sekaligus menurut syariat agama Islam? Apakah pernikahan seperti itu bisa dikatakan sah?

Mengacu dari hukum agama, pernikahan semacam ini tergolong sebagai poligami. Poligami sendiri merupakan kondisi di mana seorang pria menikahi lebih dari satu wanita.

Praktik poligami sendiri masih menjadi fenomena cukup pelik di tengah masyarakat Indonesia. Meskipun menurut syariat Islam, poligami memang tidak dilarang, bahkan diperbolehkan. Hanya saja, sebelum memutuskan untuk berpoligami, seorang pria harus memenuhi syarat poligami sesuai hukum Islam yang ternyata tidaklah mudah.

Melansir dari laman konsultasisyariah.com, seorang laki-laki diperbolehkan untuk menikahi dua wanita sekaligus dalam sehari. Dengan catatan, semua syarat pernikahan dalam Islam sudah terpenuhi dan tidak ada penghalangnya.

Pernyataan itu berangkat dari dalil mengenai hukum menikahi lebih dari satu wanita yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an, berbunyi:

"Nikahilah wanita yang kamu senangi dua, tiga, atau empat; namun jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil, maka nikahilah seorang wanita saja." (Q.S An-Nisa ayat 3)

Dari dalil tersebut, menikahi lebih dari satu wanita dalam sekali waktu maupun secara terpisah, tidak ada bedanya, selama semua syarat poligami telah dipenuhi.

Di sisi lain, sekalipun menikahi dua wanita sekaligus diperbolehkan, jumhur (mayoritas) ulama tidak sepakat jika malam pengantinnya dilakukan secara bersamaan.

Menurut Al Imam Yahya bin Abil Khair Al 'Imraani Rahimahullah mengatakan bahwa makruh hukumnya apabila kedua istri (yang dinikahi pada hari yang sama) ingin melayani suaminya di satu malam yang sama.

"Lebih utama didahulukan adalah yang pertama kali ia melaksanakan akad nikah dengannya kemudian baru yang kedua. Karena yang pertama ini yang layak didahulukan sebab ia memiliki kelebihan dengan dilaksanakan akad nikah yang pertama dengannya." (Al-Bayan, 9/520 karya Al ‘Imraani). Wallahu A'lam.[]