Rahmah

Viral Video Baim Wong Marahi Kakek Peminta Bantuan, Begini Pandangan Islam dalam Menghadapi Seseorang yang Meminta-minta

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video Baim Wong yang sedang memarahi seorang kakek karena mengikutinya.


Viral Video Baim Wong Marahi Kakek Peminta Bantuan, Begini Pandangan Islam dalam Menghadapi Seseorang yang Meminta-minta
Baim Wong di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (24/3) (AKURAT.CO/Agussalim)

AKURAT.CO  Beberapa hari terakhir, jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video Baim Wong yang sedang memarahi seorang kakek karena mengikutinya. Karena dianggap menghina kakek tersebut, sejumlah warganet mencibir sikap Baim yang dianggap tidak sopan saat bicara dengan sang kakek yang usianya lebih tua dari dirinya itu.

Diketahui, kakek tersebut awalnya mengikutinya saat sang artis itu menggunakan sepeda motor. Kemudian setelah tiba di rumah Baim Wong, kakek itu mengklaim bahwa dirinya ingin meminta bantuan, bukan untuk mengemis. 

Usut punya usut, ternyata sang kakek ini mengalami kondisi sakit pada kakinya, hingga akhirnya menawarkan sebuah buku untuk dibeli oleh Baim Wong. Kemudian hasil dari penjualan buku tersebut akan digunakan untuk pengobatan kakinya. 

Dari kejadian di atas, anggaplah sang kakek tersebut benar-benar ingin meminta bantuan. Lantas bagaimana sikap yang harus dilakukan saat mendapati seseorang yang meminta-minta?

Dilansir dari laman resmi NU Online, disebutkan bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki dari kaum Anshor yang mendatangi Rasulullah untuk meminta-minta. Rasulullah tidak membentak dan menyuruhnya pergi. Pun tidak langsung memberinya uang. Rasulullah malah bertanya kepadanya tentang apa yang dimilikinya. Laki-laki dari kaum Anshar tersebut menjawab bahwa di rumahnya hanya ada sehelai kain kasar untuk selimut dan sebuah gelas untuk minum. 

Rasulullah menyuruh laki-laki dari Anshar itu untuk mengambil dua benda yang dimilikinya itu.  Rasulullah lantas melelang dua benda itu. Salah seorang sahabat bersedia membayar satu dirham. Tidak puas dengan itu, Rasulullah menawarkan kembali kain dan gelas tersebut. Lalu ‘harta’ laki-laki Anshar itu laku dua dirham. 

"Belikanlah yang satu dirham makanan, lalu berikan kepada keluargamu. Lalu belikan lah satu dirham yang lain sebuah kapak, lalu bawakan kepadaku,” perintah Rasulullah sambil menyerahkan dua dirham kepada laki-laki peminta dari Anshar itu, seperti dikutip dari buku Rasulullah Teladan untuk Semesta Alam (Raghib As-Sirjani, 2011). 

Beberapa hari kemudian, laki-laki Anshar itu datang kepada Rasulullah dengan membawa kapak. Rasulullah lalu mengikatkan sebatang kayu pada kapak tersebut. Maka jadilah ia kapan utuh. Laki-laki Anshar itu diperintah Rasulullah untuk mencari kayu bakar dengan kapak itu, lalu menjualnya.  

"Pergilah, carilah kayu bakar dan jual lah. Dan aku tidak ingin melihatmu selama 15 hari,” titah Rasulullah. 

Laki-laki dari Anshar itu menuruti semua perintah Rasulullah. Ia pergi, mencari kayu bakar, dan menjualnya kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Setelah 15 hari berlalu, ia baru menemui Rasulullah dengan membawa uang 10 dirham dari hasil penjualan kayu bakar. Uang tersebut digunakan untuk membeli pakaian, makanan, dan kebutuhan lainnya.  “Ini lebih baik untukmu dari pada engkau datang meminta-minta,” kata Rasulullah.

Demikian lah cara Rasulullah menghadapi pengemis. Beliau tidak mengusirnya secara langsung. Juga tidak langsung memberinya. Tetapi Rasulullah mendorong dan memotivasi agar pengemis itu menggunakan kemampuan dan keterampilannya untuk bekerja secara halal sehingga ia tidak meminta-minta lagi.

Penjelasan ini tidak ditujukan untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu. Melainkan sebagai telaah atas sikap yang semestinya dilakukan sebagaimana Rasulullah mengajarkan untuk senantiasa menebar kebaikan kepada sesama umat Islam. Wallahu A'lam Bishawab. []