Entertainment

Viral Siswi Batal Jadi Anggota Paskibraka Setelah Dinyatakan Positif COVID-19, Keluarga Curiga karena Hal ini

Kristina mendadak harus menelan pil pahit.


Viral Siswi Batal Jadi Anggota Paskibraka Setelah Dinyatakan Positif COVID-19, Keluarga Curiga karena Hal ini
Viral calon Paskibraka positif corona (Facebook/Melkisedek Takatio)

AKURAT.CO, Menjadi angggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) merupakan sebuah kebanggaaan bagi setiap siswa. Siswa harus berlatih ekstra keras untuk bisa tampil sebagai pasukan pengibar bendera di depan presiden, di upacara hari kemerdekaan.

Kebahagiaan dan kebanggan tersebutlah yang sedianya dirasakan oleh Kristina (16), siswi asal Mamasa, Sulawesi Barat. Seharusnya, ia berangkat ke Jakarta untuk menjadi pasukan pengibar bendera pusaka di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Namun, Kristina mendadak harus menelan pil pahit. Pasalnya ia dinyatakan tidak bisa berangkat ke Jakarta setelah dinyatakan positif COVID-19. 

Kisah Kristina kemudian diceritakan oleh kakak Kristina, melalui akun Facebook Melkisedek Takatio. Dalam unggahannya, Melkisedek menceritakan kejanggalan batalnya sang adik berangkat ke Jakarta untuk jadi Paskibraka.

Ia pun kemudian menuliskan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk meminta keadilan.

"Pak Presiden Joko Widodo yang kami hormati. Foto di bawah adalah foto adik kami Kristina (16) yang 'dibatalkan' keberangkatannya ke istana untuk jadi pasukan pengibar bendera pusaka pada HUT RI ke 76 bulan Agustus mendatang," tulis akun Melkisedek Takatio.

Ia pun kemudian menuliskan kronologi dari dibatalkannya sang adik menjadi anggota Paskibraka. Menurutnya, awalnya sang adik lolos sebagai calon Paskibraka utusan Sulawesi Barat, dan sudah melalui pelepasan pemberangkatan ke Jakarta oleh Gubernur Sulbar.

Namun, saat akan berangkat dan melakukan tes PCR, sang adik kemudian dinyatakan positif COVID-19.

"Kronologinya begini: Dia lolos tes dan jadi calon paskibraka utusan Sulbar. Lalu dia ke Provinsi Sulbar mau pelepasan bersama Bapak Gubernur Sulbar.  Nah, dia lalu tes PCR dan hari Sabtu nya (24/7) hasil tes keluar ternyata dinyatakan positif dan otomatis batal berangkat dan digantikan orang lain," imbuhnya.

Namun pihak keluarga kemudian mendapatkan beberapa kejanggalan dari dibatalkannya Kristina ke Jakarta. Kejanggalan terlihat dari tidak adanya penanganan sesuai protokol kesehatan setelah Kristina dinyatakan positif COVID-19.

Tidak hanya itu, pengganti sang adik yang akan berangkat ke Jakarta juga bukan orang yang sudah dicadangkan sebelumnya, melainkan orang lain yang berasal dari Mamasa.

"Kejanggalannya adalah: Setelah dinyatakan positif, dia dilepaskan begitu saja dari Mamuju naik mobil ke Mamasa tanpa ada tindakan termasuk tanpa APD. Intinya tanpa penanganan. Adik kami ini calon utusan utama dan ada cadangan dari Pasangkayu. Tapi kenapa yang berangkat adalah anak dari Mamasa, bukan yang cadangan tadi," lanjut Melkisedek.

Kecurigaan berlanjut setelah Kristina ditawari menjadi angggota Paskibra tingkat provinsi. Anehnya, meski dinyatakan positif COVID-19, Kristina boleh jadi angggota Paskibra Provinsi Sulbar, bahkan ia dipersilakan untuk memilih posisi apa saja di angggota Paskibra.

"Adik kami ini ditawari jadi paski provinsi dan bebas pilih peran apa saja, termasuk jadi pembawa baki kalau mau. Pertanyaannya, kalau benar dia positif. kok bisa ya jadi paski di provinsi," imbuh Melkisedek.

Kecurigaan keluarga semakin menguat, setelah pihak keluarga akhirnya melakukan tes PCR ulang kepada Kristina. Hasilnya, dari tes PCR yang dilakukan keluarga, Kristina dinyatakan negatif COVID-19.

"Sepulang dari Mamuju,  diadakan tes PCR kedua dan ternyata hasilnya NEGATIF. Karena itu, selaku warga negara Indonesia, bangsa yang katanya beradab ini, kami mohon keadilan ditunjukkan kepada kami juga. Ada apa dibalik kejanggalan yg kami temukan ini? Terima kasih," pungkas Melkisedek Takatio. []