Entertainment

Viral, Seekor Buaya 'Mengantar' Jasad Anak Kecil yang Tenggelam

Viral, Seekor Buaya 'Mengantar' Jasad Anak Kecil yang Tenggelam
Video viral seekor buaya 'mengantarkan pulang' jasad seorang anak kecil yang tenggelam. (Twitter/pentolrebuss)

AKURAT.CO Media sosial digemparkan dengan video mengenai seekor buaya yang mengantar mayat seorang anak kecil.

Akun Twitter @pentolrebuss mengunggah dua video terkait hal tersebut. Video yang diunggahnya memperlihatkan situasi saat tim penyelamat bersama warga berupaya mengevakuasi mayat korban dan kejadian ketika warga sekitar mendapati seekor buaya membawa sebuah benda yang diduga sebagai jasad manusia.

Beberapa warga dikagetkan dengan munculnya buaya yang mengambang di perairan sungai dan membawa sebuah mayat manusia. Mulanya, perekam video dan temannya belum menyadarinya, hingga akhirnya mereka yakin bahwa yang dilihatnya adalah mayat.

baca juga:

Sementara, dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu, tampak tim penyelamat menggunakan perahu motor berusaha mengangakat jenazah si balita. Uniknya, jasad anak kecil tersebut 'diantar pulang' oleh seekor buaya muara. Buaya itu perlahan mendekati perahu agar memudahkan penyelamat mengangkat jasad si anak.

Tentunya kejadian ini menjadi sorotan para warganet, sebab buaya merupakan hewan yang dikenal ganas dan kerap menyerang manusia. Sejumlah warganet dibuat takjub atas peristiwa yang terekam dalam video tersebut.

"Buaya nya deketin perahu supaya jenazah anak itu gampang di ambil," ujar akun @miss_jinnie_.

"Subhanallah kuasa Allah buayanya kayak ngerti banget ngedeket ke perahunya:(. Innalillahi wa inna ilaihi ro'jiun, semoga tenang ya dek," tutur akun @reifflepuff.

"Buaya nya ngedeketin perahu biar adek nya bisa di evakuasi sama orang2 disana, sedih banget liatnya, trus hbis nganterin dia pergi," ungkap akun @itsmenunanana.

"buayanya mendekat ke perahu," sahut akun @sndknfl.

Sebelumnya, balita berusia 4 tahun yang diketahui bernama Ziyad Wijaya sempat dinyatakan hilang pada Rabu (18/1/2013). Ia menghilang selama 3 hari setelah tercebur ke sungai di belakang rumahnya dan terseret arus Sungai Mahakam. Tim SAR gabungan beranggotakan Basarnas Balikpapan, TNI-Polri, dan BPBD telah melakukan penyisiran hingga sejauh 10 nautical mile dari lokasi terakhir kali korban terlihat.

Usai ditemukannya korban, dengan demikian operasi SAR di Sungai Mahakam resmi ditutup.[]