Ekonomi

Viral Ribut Sekolah Online Bebani Orang Tua, Netizen: Anak Bukan Produk Investasi!


Viral Ribut Sekolah Online Bebani Orang Tua, Netizen: Anak Bukan Produk Investasi!
Siswa mengikuti kegiatan belajar melalui siaran televisi TVRI di rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui TVRI meluncurkan program 'Belajar dari Rumah' sebagai alternatif belajar di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Program tersebut mulai disiarkan pada Senin, 13 April 2020 dan akan berjalan selama tiga bulan hingga Juli 2020. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Polemik mengenai sekolah lewat online selama masa pandemi COVID-19 nampaknya masih terus bergulir. Tak jarang memicu reaksi beragam dari para orang tua, ada yang setuju ada pula yang menyayangkan.

Mengingat tak semua keluarga siswa sekolah mampu menyediakan fasilitas internet yang nyaman, guna menunjang anaknya untuk sekolah online.

"Lucu tapi miris Bayangkan kl keluarga pas2an anak 3 semua pelajaran online pake gadget , wifi kudu kenceng, bs jebol keuangan ortu," cuit @Jokoland1

Tweet itu pun mendapat balasan celoteh dari para netizen budiman.

"Ya jangan punya anak 3 orang. Kalau miskin tau diri dan kendalikan hidup sendiri, ga usah nyalahin kemampuan orang lain. Gitu aja kok repot," seru akun @RistyRianda. Sementara tanggapan lain yang menimpali komentar @RistyRianda mengatakan bahwa orang miskin itu mengharapkan anaknya bisa mencapai sukses untuk mengubah kehidupan keluarganya.

"Mbak?! justru orang miskin itu bertumpu di anak. Berharap mereka sukses di generasi selanjtnya yaitu di anaknya, karena merka udah gagal dimasanya. Itulah siklusnya, mbak pikir mimilih gapunya anak dan bekerja trus bisa bikin kaya? Engga semudah itu mbak," kata @Ikan.

Netizen Sekolah Online . Twitter/ @tabokable

Sedangkan, komentar lain juga datang dari akun @tabokable yang menyatakan jika anak jangan disamakan dengan produk investasi. Menurutnya memang sudah seharusnya orang tua dapat memenuhi hak dan kebutuhan anak.

" Anak bukan produk investasi bos. Dia kaga minta dilahirin tau2 udh punya tanggungjawab buat orangtuanya??? Malang bgt nasib anaknya ya. Harusnya dia yg dipenuhi haknya buat dapet fasilitas yg terbaik, malah harus mikul beban “sandwich generation”," tegasnya.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu