Rahmah

Viral Prank Donasi Covid-19 Rp2 Triliun, Begini Hukum Ngeprank dalam Pandangan Islam

Begini hukum prank dalam Islam


Viral Prank Donasi Covid-19 Rp2 Triliun, Begini Hukum Ngeprank dalam Pandangan Islam
Ikustrasi Prank (The Telegraph)

AKURAT.CO  Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prank adalah bentuk dari kelakar, olok-olok, seloroh, sendagurau. to play a p. on s.o. menipu/mengibuli seseorang.

Di era media sosial seperti sekarang, prank mudah sekali untuk cepat viral. Dan salah satu yang sedang viral soal prank ini ialah adanya warga yang menyumbang 2 Triliun yang sebelumnya sudah banyak orang mengapresiasi, karena dianggap sebagai kebenaran. 

Prank pada esensinya dapat merendahkan orang lain, selain tentu saja akan merendahkan pelakunya. Sifat seperti ini dilarang di dalam Al-Qur'an. Hal telah Allah larang dalam Al-Qur’an QS Al-Hujurat: 11 Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Hujurat: 11).

Dalam literatur hadits Nabi, terdapat larangan untuk membuat kaget dan menakut-nakuti orang lain. Perbuatan ini esensinya sama dengan prank, yang niatnya membuat kekagetan pada orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Artinya: “Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain.” [HR Abu Dawud, shahih]

Larangan model demikian ini tetap tidak boleh menurut agama walaupun bercanda.  Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا

Artinya: “Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” [HR Abu Dawud, hasan].