Entertainment

Viral Pengalaman Recruiter Hadapi Pencari Kerja, Warganet: Kayak Minta Uang Jajan ke Emaknya!

Warganet ceritakan kisahnya menghadapi pencari kerja.


Viral Pengalaman Recruiter Hadapi Pencari Kerja, Warganet: Kayak Minta Uang Jajan ke Emaknya!
Tangkapan layar percakapan recruiter dengan pencari kerja. (Facebook/Muhammad Junial)

AKURAT.CO Kabar terkait kenaikan Upah Minimmum Provinsi (UMP) yang kurang maksimal terus menjadi perbincangan sejumlah warganet. Berbagai tanggapan pun bermunculan. Salah satunya adalah dari sebuah akun Facebook Muhammad Junial. Dalam unggahannya, ia menceritakan kisahnya terkait banyaknya pencari kerja yang tidak memiliki sikap yang baik. 

Dalam unggahan tersebut, Muhammad Junial menceritakan pengalamannya ketika menjadi seorang recruiter. 

“Mumpung lagi rame nih soal UMP yang naik cuma sedikit katanya (ga bersyukur banget sih) ???? dan sejenisnya, ini ada sedikit cerita di hari minggu pagi kemarin. Ya itung-itung sharing. Sukur-sukur jadi pembelajaran buat yang lagi cari kerja. Sebagai kang masak dan juga recruiter, banyak nih kasus kaya begini bukan sekali.” tulis akun Facebook Muhammad Junial. 

Bahkan, ia juga pernah menghadapi seorang pelamar pekerjaan yang membawa CV dengan cara dilipat dan bahkan seperti sedang membawa gorengan. 

“Setau gue dulu pas jaman sekolah apa kuliah tau lupa deh pokoknya, diajarin deh untuk melamar sebuah pekerjaan itu seperti apa, cara berkomunikasi dengan orang itu seperti apa. Terutama generasi fresh graduate sekarang nih kebanyakan kaya gini,” lanjut Muhammad Junial. 

Selain menceritakan kisahnya melalui tulisan, ia juga mengunggah sejumlah potret tangkapan layar. Dalam potret tangkapan layar pesan singkat melalui media sosial Instagram tersebut, ia mendapatkan sebuah pesan dari seorang pencari kerja. 

“Misi kak. Boleh nanya-nanya restaurant house nggak kak?” tanya pencari kerja. 

Setelah dijawab, sang pencari kerja tersebut langsung menanyakan perihal lowongan yang diinginkannya. 

“Oh iyaa, aku juga dappet IG kamu jadi gini ceritanya. Aku kan bingung sama web mereka nggak ada buat indo gitu, as I mentioned befor, all about US State vacancy. Nah, terus aku looking for someone who currently works for and then LinkedIn shows me one of their employees. Nah salah satunya itu kamu,” lanjut sang pencari kerja. 

Sosok pencari kerja tersebut terlihat menggunakan bahasa campuran, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setelah itu, Muhamad Junial langsung menanyakan terkait CV. Bahkan, ia juga telah memberikan alamat email tujuan untuk lamaran pekerjaan tersebut. 

Sang pencari kerja tersebut juga menanyakan apakah boleh membawa temannya juga dalam mengirimkan CV dan terus menanyakan terkait apakah akan bisa dipanggil bekerja bersamaan.

“Kamu mau kerja atau mau main?” jawab Muhammad Junial. 

Begitu ditanya, sang pencari kerja langsung menyatakan bahwa ia ingin bekerja bersama temannya. 

“Kerja kak, tapi aku pengen bareng temen biar ada temennya,” balas pencari kerja. 

Unggahan tersebut pun sempat menarik perhatian sejumlah warganet. Bahkan beberapa di antaranya menyatakan respons yang negatif. 

“Udah pernah kerja 6 bulan. . .???? Lha bahasa mencari kerja kek lagi minta uang jajan ke emaknya,” sahut akun Facebook Whiteshark. 

“Puyeng baca english-nya,” tulis akun Aris Rochmad Mudaris.

“Hih ya Allah ngakak gua,” timpal akun Bimo Mukti II. 

“Hahahah gue udh kenyang ngadepin gen z sekarang ya emang begini. makanya rata-rata sekarang susah kita cari pegawai. Karena mindset-nya mereka itu bukan pekerja keras tapi pemimpi,” balas akun Red Maggot. 

Unggahan akun Facebook Muhammad Junial tersebut telah mendapatkan respons lebih dari 4 ribu kali dan dibagikan lebih dari 6 ribu kali.[]