News

Viral, Oknum Polisi Berpakaian Preman Disebut Pukul Pemuda di Pesanggrahan, Kapolsek: Itu Tidak Benar

"Anggota yang di lapangan berusaha untuk mengurai lalu lintas karena ada kecelakaan yang menyebabkan menghalangi jalan"


Viral, Oknum Polisi Berpakaian Preman Disebut Pukul Pemuda di Pesanggrahan, Kapolsek: Itu Tidak Benar

AKURAT.CO, Sebuah video Viral memperlihatkan tiga orang memukul sejumlah pemuda di Pesanggrahan, Jakarta Selatan viral di media sosial.Diduga tiga orang pemukul tersebut merupakan oknum aparat berwajib.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan buka suara. Nazirwan membantah jika anggotanya tersebut memukuli sejumlah pemuda. Dirinya menjelaskan kronologis saat itu anggotanya tengah mengamankan kecelakaan lalu lintas, tapi malah diteriaki 'begal'.

"Itu (pemukulan) tidak benar," kata Nazirwan.

baca juga:

Kompol Nazirwan mengatakan bahwa awal mula kejadian ada pihak yang memprovokasi anggotanya yang sedang bertuga di lapangan.

"Anggota yang di lapangan berusaha untuk mengurai lalu lintas karena ada kecelakaan yang menyebabkan menghalangi jalan, kemudian beberapa saat kemudian datang bus (yang jalannya terhambat) ini yang menyebabkan kerumunan masyarakat sehingga di antara begitu terjadinya kerumunan di antaranya itu ada yang brusaha memprovokasi," kata Nazirwan saat dikonfirmasi, Selasa (17/5/2022).

Nazirwan mengatakan saat itu terdapat oknum yang meneriaki anggotanya dengan sebutan begal dan gengster.

"Mungkin ada oknum yang memprovokasi dan meneriaki ada gengster ada begal," katanya.

Dia mengatakan tiga anggotanya yang berpakaian preman tiba lebih dulu di TKP, namun masyarakat awalnya percaya pada provokasi bahwa mereka adalah begal. Kemudian, empat anggotanya yang lain menyusul ke lokasi dengan berpakaian dinas.

"Nah, di situlah anggota kita berusaha menenangkan warga, kemudian menunjukkan identitas bahwa saya adalah polisi. Saat tersebut perjalanan anggota yang berpakaian dinas masih dalam perjalanan sehingga anggota Opsnal di lapangan menyatakan bahwa mereka meyakinkan warga agar kembali dan tidak sampai terprovokasi dengan teriakan ataupun provokator yang menyatakan bahwa ada begal," jelasnya.

Kapolsek Pesanggrahan Kompol Nazirwan mengatakan anggotanya terpaksa mengeluarkan senjata hanya untuk menunjukkan identitas.

"Sesuai SOP, yang bersangkutan berusaha menyakinkan warga menyatakan bahwa saya adalah anggota saya adalah polisi tapi waktu itu belum digubris, sehingga ada tindakan dari anggota kami yang menunjukan identitas. Itu hanya upaya untuk menunjukan identitas tidak sampai melakukan tindakan lanjut," sambungnya.

Nazirwan mengatakan dalam peristiwa ini ada tiga pemuda yang diamankan oleh warga, yaitu FR (21), BT (22), dan ZE (23). Dia menyebut kondisi ketiga pemuda itu sudah dalam keadaan luka dan mabuk saat diserahkan ke polisi.

Sebelumnya, video cekcok antara sejumlah orang dengan orang yang diduga oknum polisi di Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan d viral di media sosial. 

Peristiwa tersebut diunggah oleh salah satu akun Instagram @info_ciledug. Kemudian video tersebut dinarasikan dengan adanya peristiwa pemukulan oknum polisi kepada pemuda yang melerai keributan di lokasi tersebut.

Video tersebut terjadi pada Minggu Minggu (15/5) sekitar pukul 03.30 WIB.

Dalam video tersebut terlihat pria yang disebut oknum polisi tidak berpakaian dinas, melainkan mengenakan pakaian biasa berupa kaus dan celana jins. Dalam video tersebut terlihat salah satu polisi mengeluarkan senjata api atau pistol sambil berteriak dengan nada kesal.

"Mundur semua, mundur semua! Kalau kamu bukan petugas, mundur semua," kata salah satu oknum polisi dalam video viral tersebut. []