Entertainment

Viral, Mamah Muda Geram Anaknya Alami Pelecehan Seksual di Mal

Melalui akun Instagram-nya, ia menceritakan kasus yang ia alami mulai dari kronologi cerita hingga proses pelaporan kepada pihak kepolisian.


Viral, Mamah Muda Geram Anaknya Alami Pelecehan Seksual di Mal

AKURAT.CO Publik kini sedang dihebohkan dengan kasus pelecehan seksual yang dialami oleh anak dari pemilik akun Instagram @misisdevi. Melalui akun Instagram miliknya, ia menceritakan kasus yang ia alami mulai dari kronologi cerita hingga proses pelaporan kepada pihak kepolisian.

Awalnya, Devi menjelaskan bahwa ia dan anak laki-lakinya sedang berada di Mall Bintaro Xchange untuk menonton acara Live Show Tayo. Namun, secara mendadak anaknya meminta untuk pulang. Tiba-tiba di saat bersamaan muncul seorang laki-laki mencolek bagian bawah perut anaknya. Dalam unggahannya, Devi juga menjelaskan definisi mencolek versinya. 

“*definisi mencolek versi aku : dengan seluruh telapak tangan, kemudian secara ringan meremas, lalu melepas*” tulisnya dalam postingan Instagram Kronologi Awal. Diketahui bahwa tak hanya putra dari anak Devi yang mengalami kejadian tersebut, namun anak salah seorang pengunjung yang disebutkan bernama Pak M, juga mengalami hal yang sama.

baca juga:

Setelah mencolek, pria tersebut lantas tersenyum ke arah Devi. Dengan kaget Devi pun mulai mengejar pria yang berjalan ke arah eskalator tersebut. Ia pun turut memanggil beberapa security untuk pria yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya.

Saat berhasil ditangkap pihak keamanan, pria tersebut pun mulai dimintai keterangan mengenai identitas. Pada saat itu juga sempat terjadi adu mulut antara Devi dan Pak M dengan si pria. Hingga akhirnya muncul kenalan Pak M yang diduga seorang polisi menyarankan agar mereka melaporkan tindakan pria tersebut ke Polsek. 

Saat itu salah seorang petugas kemudian menyarankan Devi dan Pak M mengajukan laporan ke Polres dan langsung ke unit PPA ( Pelayanan Perempuan dan Anak). Tak lama kemudian mereka mulai menuju Polres dan langsung ke unit PPA. Dalam Instagram mliknya, Devi menjelaskan saat berada di Polres pria tersebut diduga seorang ODGJ karena melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang kotoran di celana hingga merayap di lantai. Saat diperiksa, pria tersebut bahkan melantur ke mana-mana.

Hingga kemudian kedua orang tua si pria pun turut dipanggil ke polres untuk diperiksa. Mereka memberikan penjelasan bahwa anaknya yang bernama Arif tersebut memang sudah menjalani pemeriksaan di psikolog dan psikiater selama 2 bulan karena depresi.

Atas perbuatannya, pihak orang tua pun akan mengikuti segala peraturan yang berlaku, termasuk jika putranya harus dipenjara ataupun menjalani perawatan di RSJ. Mereka juga menambahkan keterangan bahwa setahu mereka Arif memang LGBT, namun terkait dengan kasus anak-anak mereka tidak terlalu mengetahui, selain Arif memang suka anak kecil.

Devi sangat menyayangkan tindakan orang tua Arif yang membiarkan anaknya yang sedang sakit berkeliaran sendirian di tempat umum hingga membahayakan orang lain. 

Setelahnya, Devi tetap membuat laporan hitam di atas putih atas kasus tersebut. Arif pun menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di RSJ Bogor. Kasus tersebut akhirnya ditangguhkan sementara.

Devi menuliskan kelanjutan ceritanya, bahwa Pak M dan orang tua Arif masih menjalani komunikasi. Terakhir ia menerima kabar hasil tes urine yang menyatakan bahwa Arif positif menggunakan benzodiazepin, obat penenang. Hingga saat ini ia masih menunggu hasil apakah Arif dinyatakan ODGJ atau tidak.

Atas kejadian tersebut, Devi pun mendaftarkan dirinya beserta anaknya ke  UPTD P2TP2A, untuk konseling ke psikolog. Beberapa warganet juga turut memberikan semangat kepada Devi dan berharap agar kasusnya dapat terselesaikan.

Beredarnya kabar tersebut, seorang Mompreneur Meita Irianty atau yang akrab disapa Tata juga turut memberikan komentar melalui akun TikTok miliknya. Ia mengatakan bahwa keputusan Devi untuk melaporkan ke pihak yang berwajib sudah sangat benar. 

@tatairianty #opiniibuktata #tatairianty #stopmelakukanpelecehan suara asli - Tata Irianty

Tata juga memberikan saran untuk mencegah agar anak-anak tidak mengalami kejadian serupa dengan mengajarkan tentang pelecehan seksual melalui lagu. Lebih lanjut, Tata juga menyanyikan lirik lagu yang dapat diajarkan kepada anak-anak. Lagu tersebut berisi mengenai batasan-batasan anggota tubuh yang boleh disentuh maupun tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Sementara itu, jika mengalami kejadian serupa, masyarakat dapat melaporkan kasus tersebut ke call center SAPA 129 (call center Sahabat Perempuan dan Anak), Komnas Perempuan, Komnas HAM, LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), ataupun Kantor Polisi terdekat seperti yang dilakukan Devi. []