News

Viral Joget Kerumunan Di SCH, Panitia Akui Lengah Antisipasi Puncak Acara

Awalnya acara berjalan kondusif dan bisa menerapkan prokes


Viral Joget Kerumunan Di SCH, Panitia Akui Lengah Antisipasi Puncak Acara
Ilustrasi corona (Pixabay/PIRO4D)

AKURAT.CO, Tiga potong video pendek menampilkan suasana sebuah acara di Sleman City Hall (SCH), Sleman, DIY, viral di media sosial. Serangkaian video tersebut ramai mendapatkan respons dari warganet lantaran terlihatnya situasi kerumunan alias abai protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.

Video diunggah akun Twitter @cuitanjojo sebelum disebarluaskan oleh beberapa akun lain di berbagai platform media sosial.

"Hari minggu kemarin tanggal 13 Juni 2021, saya mendapati sebuah event offline dengan panggung dan kerumunan penonton yang tentu saja membeludak. Dari visual yang saya dapa sliweran di medsos, penontonnya ramai sekali. Asli kayak berasa bukan pandemi," cuit akun @cuitanjojo, Rabu (16/6/2021) kemarin.

Terlihat pada video, penonton berkerumun di area depan panggung acara. Mereka asyik menari tanpa memperhatikan jarak fisik masing-masing.

"Kangen datang ke event beneran tentu saja lumrah. Kalau mau bikin event juga saya rasa boleh. Tapi kudu tetap memperhatikan prokes 3M biar bisa jadi contoh kalau event serupa ini bisa diadakan dengan aman. Kalau kayak gini jadinya, ya mana bisa jadi contoh," katanya.

"Belum lagi event ini pesertanya juga ada yg datang dari sekitaran Jateng di tengah angka varian infeksi mutasi virus covid yg baru tengan merebak di Kudus, Jateng. Kalau sampai tertular gmn? Kepikiran?" pungkas @cuitanjojo.

Sementara Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Susmiarto menyebut pihaknya sudah memintai klarifikasi dari manajemen SCH dan panitia acara tersebut. Mereka mengakui adanya kegiatan itu pada Minggu 13 Juni 2021 malam.

"Itu kejadiannya jam setengah sembilan malam," kata Susmiarto saat dihubungi, Kamis (17/6/2021).

Susmiarto memastikan, kegiatan tersebut sudah mengantongi izin. Awalnya acara berjalan kondusif dan bisa menerapkan prokes, bahkan sampai dilakukan proses disinfeksi tiap pergantian sesi.

Situasi masih terkendali setidaknya hingga penghujung acara. "Sudah mau puncak itu, mereka (panitia) mengakui kelalaiannya ada seperti itu (kerumunan). Pengamanan sudah berusaha untuk membubarkan itu," sambung Susmiarto.

Panitia acara mengakui kelengahan mereka mengantisipasi euforia puncak acara. Dengan alasan itu pula Satpol PP melayangkan teguran kepada manajemen SCH dan panitia acara yang bisa berujung sanksi jika pelanggaran macam ini kembali terulang ke depannya. 

Susmiarto mengatakan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pembinaan. Meski sosialiasi pencegahan penyebaran COVID-19 juga sudah berulang kali digencarkan.

"Sudah kita ingatkan, termasuk kegiatan yang menimbulkan fanatisme anak muda seperti kemarin BTS Meal di McDonald's," tutupnya. []