Entertainment

Viral Iklan Promosi Jasa Bully, Diisi Sarjana Lulusan Psikologi Universitas Kenamaan

Dalam iklan tersebut dijelaskan, jasa yang mereka tawarkan siap mem-bully akun tertentu sesuai dengan pesanan kliennya.


Viral Iklan Promosi Jasa Bully, Diisi Sarjana Lulusan Psikologi Universitas Kenamaan
Viral jasa bully (Twitter/Constantine6669)

AKURAT.CO, Sebuah iklan jasa mendadak menjadi perbincangan di kalangan warganet. Pasalnya, iklan tersebut menawarkan jasa bully di media sosial.

Dalam iklan tersebut dijelaskan, jasa yang mereka tawarkan siap mem-bully akun tertentu sesuai dengan pesanan klien.

Tidak main-main, di dalam iklan tersebut dijelaskan mengenai keunggulan jasa yang mereka tawarkan. Mulai dari banyaknya akun media sosial yang siap menyerang, hingga orang-orang unggulan di balik akun tersebut.

Setidaknya, terdapat 50 hingga 100 akun yang siap menyerbu akun target, dengan bully-an. Sementara total akun yang disediakan, sebanyak 234.249 akun dari berbagai media sosial.

Menariknya, saat melakukan perundungan mereka mengaku tidak akan menyeret persoalan hoaks, ras, dan agama. Mereka hanya akan menyerang akun target secara psikis saja.

Dalam iklan tersebut juga dijelaskan, sebelum melakukan 'penyerangan' terhadap akun target, mereka akan melakukan briefing antara klien dan para pembully.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh akun jasa bully ini ialah, adanya laporan seberapa banyak bully-an yang dikirimkan. Tidak hanya itu, mereka juga menjamin jika orang-orang yang membully sudah ahli di bidangnya.

Pasalnya, mereka berasal dari mahasiswa jurusan psikologi universitas kenamaan di Tanah Air. Mereka juga menjamin jika saat menyerang akun target, tidak akan menyangkut hal sensitif yang melanggar undang-undang.

Beredarnya iklan jasa bully di media sosial pun langsung mendapat beragam tanggapan dari warganet. 

"Mahasiswa/i psikolog universitas ternama predikat cumlaude tapi kok mental pembully" komentar akun @urspecialbubu.

"Dukun milenial sekarang ndak pake menyan, mereka pake internet jiaaakhhh," tulis @lusylaras

"Perkembangan teknologi. Dulu orang kirim santet, sekarang kirim bullying lewat sosmed," komentar @Constantine6669.

Bagaimana menurutmu? []