News

Viral Cerita Warganet Mati-matian Yakinkan Keluarga untuk Vaksin: Kini Tinggal Ikhlas

“Kini tinggal ikhlas aja yg harus aku siapkan,” tulis akun @mouldie_sep. 


Viral Cerita Warganet Mati-matian Yakinkan Keluarga untuk Vaksin: Kini Tinggal Ikhlas
Viral cerita warganet yakinkan orang tua untuk vaksin (twitter/@mouldie_sep)

AKURAT.CO, Vaksinasi hingga kini terus digencarkan oleh pemerintah demi mencapai herd immunity sehingga angka terinfeksi pandemi COVID-19 dapat terus ditekan. Namun, informasi yang bertentangan dengan manfaatnya vaksinasi pun juga terus bermunculan.

Seperti seorang warganet yang mengunggah percakapan dengan orang tua karena telah mendapatkan informasi tidak benar terkait vaksin sehingga tidak mau divaksin. 

Dalam unggahan tersebut, akun Twitter @mouldie_sep mengunggah sejumlah potret tangkapan layar percakapan aplikasi pesan singkat antara dirinya dengan anggota keluarganya. 

“Kini tinggal ikhlas aja yg harus aku siapkan,” tulis akun @mouldie_sep. 

Di potret pertama, akun @mouldie_sep menjelaskan bahwa sejumlah data yang akan dikirimkan kepada orang tua dan kakaknya adalah usaha terakhirnya demi meyakinkan keluarganya untuk segera vaksin. 

“Hai halo, ini adalah usaha terakhir Mouldie untuk meyakinkan Papa, Mama, Ka Dika untuk vaksin,” tulis akun @mouldie_sep. 

Dalam potret tersebut terlihat pemaparan sejumlah data terkati COVID-19 mulai dari data penyebaran pandemi COVID-19 di Inggris hingga penyebab gejala mual dan meriang setelah divaksin. 

“Kenapa banyaknya pake AstraZeneca? Karena itu yang paling murah. Pembuatnya nggak ambil royalti. Makanya pas pembuatnya dateng nonton Wimbledon, dikasih standing ovation,” lanjut @mouldie_sep. 

Dalam potret kedua tersebut juga terlihat sejumlah hasil tangkapan layar terkait penjelasan vaksin AstraZeneca dan perbandingan sejumlah vaksin COVID-19. 

Sedangkan di potet ketiga, @mouldie_sep menjelaskan sejumlah informasi terkait pencapaian herd immunity. Dalam percakapanan tersebut dirinya juga menjelaskan manfaat vaksin tidak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk orang-orang di sekitarnya dan kelompok yang tidak bisa divaksin. 

“Mouldie disekolahin papa mama di sekolah sains terbaik di negeri ini, disuruh masuk IPA, ikut seleksi olimpiade Kimia. Karena itulah Mouldie percaya dengan studi ilmiah yang dilakukukan peneliti dan dokter. Hidup mati di tangan Allah, tapi klo naik motor baiknya tetap menggunakan helm bukan? Mouldi begini karena sayang sama mama papa, sama kak dika dan regi,” jelas @mouldie_sep. 

Di potret terakhir, terlihat @mouldie_sep juga menjelaskan misinformasi terkait vaksin yang sebenarnya vaksin dapat menurunkan orang yang perlu dirawat di rumah sakit dan angka kematian. Selain itu, ada juga sebuah diagaram yang menjelaskan efektivitas dari vaksin. 

“Sekian dari Mouldie, Terima kasih,” pungkas @mouldie_sep.  

Tak pelak, unggahan akun @mouldie_sep ini pun menuai sorotan dari berbagai warganet. Bahkan, ada yang menyatakan pengalaman yang hampir sama. 

“Baru kemarin liat sw temen, kata dia yang udah vaksin bekasnya suruh nempelin sendok, kalo nempel berarti ada chipnya. Pada gamau vaksin perkara ini. Masih beranggapan elit global dll, pdhl anak IPA. Ini bkn perkara pro sana sini, tp knp kok gamau cari bnyak ilmu,” balas akun @unknwnhnny. 

“Saya sdh pakai cara sindir2 blak2an sampe ngomel. Kmarin ada yg ngetwit ini, kok isi hatiku sekali. Setelah dpt ss ini akhirnya bapak saya nyerah,” balas akun @nggamau. 

“Ayahku orang yang ga percaya cov, sampe bilang mau dibayar 10jt juga gabakal vaksin. Setelah nenekku meninggal karena cov, dan ayahku kena cov. Baru percaya. Udah kasih pesan pesan terakhir, soalnya nyiksa banget kata beliau. Mungkin yang ga percaya, harus kena dulu,” balas akun @orangkkaya. 

“Pagi, Mas Mouldie. Saya baca ini dan mau nangis. Orangtua saya alhamdulillah tidak ada penolakan thd realita Covid & vaksin, tapi tetap ada momen2 gini dlm isu genting lainnya. Kita tdk saling kenal tapi saya tulus doakan Papa-Mama Mas akhirnya memilih mendengarkan anaknya, amin,” balas akun @lyndaibrahim. 

Hingga kini, unggahan akun @mouldi_sep yang menceritakan perjuangannya untuk meyakinkan sang keluarga agar mau vaksin tersebut telah disukai lebih dari 24 ribu kali dan diritwit lebih dari 7 ribu kali. []