News

Video Marah-marahnya Viral, Fadli Beri Saran Ini ke Risma

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon kritik sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang marah-marah kepada petugas dinas sosial (Dinsos) di Gorontalo.


Video Marah-marahnya Viral, Fadli Beri Saran Ini ke Risma
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon kritik sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang marah-marah kepada petugas dinas sosial (Dinsos) di Gorontalo.

Menurut Fadli Zon, prilaku Risma yang sering marah-marah di depan publik telah melampaui batas. 

"Perilaku marah-marah di depan publik dengan kekerasan verbal ini sudah melampaui batas, juga tak selesaikan masalah," kata Fadli sebagaimana dikutip dari akun Twitter @fadlizon, Minggu 3/10/2021). 

Dia justru menyarankan kepada Risma untuk mengikuti terapi manajemen marah, sehingga emosinya bisa lebih terkendali. Dengan begitu, energinya terpusat untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih utama. 

"Sebaiknya segera ikut terapi “anger management” (manajemen kemarahan)," ungkapnya. 

Sebelumnya, beredar video Mensos Risma marah-marah kepada petugas Dinsos di Gorontalo. Video itu dalam sekejap beredar luas dan menuai banyak kritik lantaran ia kerap menunjukan emosi yang labil. Memarahi petugas di daerah sering dilakukan Risma saat meninjau penyaluran Bansos kepada masyarakat. 

Sikap Risma kepada petugas Dinsos Gorontalo itu bahkan mendapat sorotan dari Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie. Gubernur itu menyatakan tersinggung dengan sikap Risma.

Ruslie Habibie langsung menyatakan penolakannya terhadap prilaku Risma kepada petugas di Gorontalo. 

“Itu pegawai saya meskipun dia pegawai rendahan tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal Menteri Sosial Nani Soedarsono, para Dirjen tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” katanya tegas.[]