Azhar Ilyas

Tech

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19


Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19
Aktris dan penyanyi Gisella Anastasia saat berbincang dengan awak media melalui video call di kantor tim kuasa hukum Chris Salam, Andreas Sapta Finady dan Rekan di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (23/11/2018). Kendati sedang berada di Korea Selatan, Gisella Anastasia segera mengklarifikasi tentang perceraiannya bersama Gading Marten. Dalam kesempatan tersebut, Gisel mengatakan penyebab perceraiannya bukan karena orang ketiga. Melainkan karena adanya masalah yang tak dapat diselesaikan. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Sekitar 2,5 miliar manusia di lebih dari 35 negara di seluruh dunia saat ini berada di ruangan akibat wabah Corona baru, atau yang juga dikenal sebagai Covid-19. Kasus ini sudah mencapai angka lebih dari 423 ribu dengan jumlah kematian sekitar 19 ribu.

Dengan miliaran orang tetap berada di dalam ruangan, tanpa disadari kita mungkin berada di puncak evolusi komunikasi manusia. Saat miliaran umat manusia sulit keluar pintu rumah mereka, video call atau panggilan video akan menjadi bagian integral dari kehidupan kita.

Singkatnya, evolusi komunikasi manusia

Manusia mulai berinteraksi satu sama lain melalui suara dan tanda, dan kemudian beralih ke lukisan gua untuk menandai peristiwa penting sekitar 30.000 SM.

20.000 tahun kemudian, manusia mulai mengukir berbagai simbol di atas batu. Ini disebut petroglyph yang kemudian berubah menjadi piktogram untuk menggambarkan sebuah cerita. Selanjutnya, selama zaman Mesir kuno, ideogram ditemukan. Barulah 2.000 SM manusia menemukan alfabet.

Dari sini, manusia mulai bereksperimen dengan sinyal asap untuk berkomunikasi satu sama lain dari jauh. Merpati pos diperkenalkan untuk mengirim surat bolak-balik di antara prajurit. Ini kemudian melahirkan sistem pos.

Pada abad ke-16, berkat mesin cetak Johannes Gutenberg, surat kabar mulai berkembang. Pada abad ke-20, siaran radio dimulai, yang kemudian membuka jalan untuk komunikasi telegraf alias kode Morse.

Kemudian datang telepon pada tahun 1876, diikuti dengan cepat oleh televisi, Internet, email, media sosial, aplikasi obrolan, pesan suara, dan panggilan video dalam rentang waktu lebih dari 100 tahun.

Butuh pandemi untuk sampai ke titik ini

Bertahun-tahun dari sekarang, ketika manusia telah mengintegrasikan panggilan video ke dalam sistem pendidikan, bisnis, organisasi, dan kehidupan sehari-hari, mereka mungkin akan menunjukkan bahwa momen saat ini telah mengarah pada normalisasi panggilan video.

Sebelum pandemi Covid-19, banyak yang ragu untuk terlalu mengandalkan pendekatan ini. Beberapa orang menganggap cara ini tetap tak bisa menggantikan interaksi tatap muka. Memang benar, karena tatap muka jauh lebih efektif dan “terpercaya”.

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19 - Foto 1
Video Call. FREEPIK.COM

Tiba-tiba, mungkin tanpa disadari sendiri, sejak wabah ini menghantam tak sedikit dari kita yang menggunakan platform panggilan video untuk tetap bisa berkomunikasi dengan melibatkan visual.  

Cara belajar maupun bekerja bergeser, dari konvensional yang harus tatap muka secara langsung di tempat yang sama hingga pada titik semua bisa dilakukan lewat panggilan video.

Dikondisi seperti sekarang ini, aplikasi-aplikasi panggilan video menunjukkan kepada kita bagaimana platformnya dapat digunakan dalam bisnis dan di ruang kelas. Bukan lagi sebagai aplikasi ‘sampingan’ yang dipakai hanya ketika manusia bosan atau sekadar mencari pengalaman baru.

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19 - Foto 2
Video call Presiden Joko Widodo dengan BJ Habibie . Twitter

Masih terlalu dini memang untuk menyimpulkan apakah panggilan video resmi menjadi cara komunikasi primer umat manusia selanjutnya. Namun yang jelas, pergeseran cara berkomunikasi konvensional sedikit demi sedikit telah mengarah ke sebuah cara digital dengan apa yang disebut sebagai panggilan video.

Baik dengan atau tanpa adanya pandemi ini, banyak orang yang telah mengadopsi panggilan video sebagai cara terbaik mereka untuk tetap saling terhubung. Pandemi ini hanya percepatan dan menuju kesiapan umat manusia bahwa di masa depan mereka akan punya cara untuk berkomunikasi dengan risiko yang minimal.