Tech

VIDA Jamin Tanda Tangan Elektronik Aman Digunakan di Adobe dan Microsoft

Dorong perubahan budaya kerja melalui identitas digital yang aman.


VIDA Jamin Tanda Tangan Elektronik Aman Digunakan di Adobe dan Microsoft
Ilustrasi tanda tangan konvensional. (pixabay.com/sozavisimost)

AKURAT.CO VIDA, salah satu pionir Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) di Indonesia bersama Adobe dan Microsoft mengadakan diskusi virtual berjudul, “Leveraging Legally Binding Digital Signatures to Optimize Secure Remote Onboarding and Automated Document Workflows.”

Diskusi tersebut membahas perihal tanda tangan elektronik yang dianggap lebih aman, praktis, hemat dan legal, sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja. 

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur menjelaskan, dengan naiknya tren kerja jarak jauh dan hybrid sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, cari dalam melakukan tanda tangan dan memvalidasi dokumen pun ikut berubah. 

baca juga:

"Sebagai Trust Service Provider (TSP) yang diakui di bawah Adobe Approved Trust List (AATL), VIDA memungkinkan individu dan pelaku usaha untuk memberikan tanda tangan elektronik yang mengikat secara hukum secara cepat dan aman. Kami siap untuk mendukung transisi publik menuju budaya kerja masa depan," ujar Niki Luhur dalam diskusi virtual tersebut. 

VIDA sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) yang berlisensi dan di bawah pengawasan Kominfo, berfungsi sebagai penerbit sertifikat elektronik yang dapat digunakan untuk tanda tangan elektronik guna memverifikasi dan mengautentikasikan identitas seseorang di dunia digital. Dalam hal ini, VIDA juga menerapkan standar perlindungan data kelas dunia. Termasuk Public Key Infrastructure, pengenalan wajah, dan endpoint security guna menghadirkan solusi keamanan siber yang komprehensif. 

Menurut UU No. 11 tahun 2008 mengenai informasi dan transaksi elektronik (ITE), tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional. Oleh karenanya, masyarakat juga tidak perlu meragukan legalitas tanda tangan elektronik di Indonesia. 

Co-Founder dan CEO VIDA, Sati Rasuanto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi digital Indonesia dengan menghadirkan operasional yang unggul di sisi  Speed-Scale-Secure dalam lingkungan kerja. Melalui tanda tangan elektronik tersertifikasi dari VIDA, seseorang dapat menandatangani dokumen dengan aman dan tanpa hambatan di dalam perangkat lunak Adobe yang banyak digunakan oleh masyarakat. Misalnya, Adobe Acrobat, Acrobat Reader dan Adobe Sign. 

Proses tersebut dipersingkat dengan menggunakan produk kolaborasi berbasis cloud milik Microsoft seperti Microsoft Teams. Infrastruktur dan manajemen identitas digital, mulai dari verifikasi, autentikasi, hingga otorisasi, sangat penting dalam meningkatkan keamanan tanda tangan elektronik. 

"Bagi pemilik bisnis, organisasi dan pekerja, efisiensi waktu dalam menit bahkan detik sangat signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional. Kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan digital melalui tanda tangan elektronik, serta mempercepat transformasi digital di Indonesia untuk semua industri," kata Sati.

Sementara itu, Head of Adobe Document Cloud - Asia Pacific, Adobe, Chandra Sinnathamby menjelaskan, dipilihnya VIDA sebagai PSrE pertama di Indonesia dalam Adobe Approved Trust List (AATL) menunjukan kemampuan VIDA untuk memenuhi standar keamanan dan teknis yang mapan dan diterima secara luas di seluruh dunia. 

"Dengan menyediakan layanan transaksi digital yang lebih aman dan diterima secara global, kami harap dapat memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap tanda tangan elektronik dan membuatnya lebih mudah untuk digunakan dan diakses, serta meningkatkan pengalaman menggunakan dokumen digital bagi semua orang," ucap Chandra. 

Senada dengan Chandra, Chief of Operations and Director of Marketing Microsoft Indonesia, Lucky Gani mengatakan, digitalisasi dalam berbagai proses bisnis perlu diakselerasi untuk hasil kerja yang lebih efektif dan efisien. Termasuk proses persetujuan yang membutuhkan tanda tangan elektronik. 

"Bersama dengan solusi yang diberikan oleh Adobe seperti Adobe Sign, platform kolaborasi berbasis cloud kami seperti Microsoft Teams, Office, and Power Apps dapat membantu menyederhanakan proses ini. Kami juga senang melihat bagaimana VIDA telah terdaftar dalam Adobe Approved Trust List karena hal tersebut dapat mendukung perjalanan transformasi digital banyak individu maupun organisasi. Mari bersiap untuk menyambut era kerja hybrid dan berdayakan ekonomi digital Indonesia," jelas Lucky. 

Di samping itu, riset Adobe menunjukan saat ini pekerja memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap teknologi dalam membantu untuk bekerja lebih efisien dan efektif. Riset tersebut menyoroti bahwa sepertiga waktu kerja digunakan untuk melakukan pekerjaan yang repetitif seperti pengelolaan dokumen, formulir, kontrak, faktur, dan lain lain. 

Selain itu, lebih dari 86% pekerja menyatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang menghambat mereka untuk mengerjakan tugas utama mereka.

91% dari responden menyatakan bahwa mereka tertarik menggunakan perangkat yang dapat membuat tugas atau proses kerja mereka menjadi lebih efisien, seperti tanda tangan elektronik. Hasil riset ini menunjukkan manfaat dan pentingnya penggunaan tanda tangan elektronik untuk tujuan profesional.