News

Varian Delta Merajalela, China Berlakukan Lockdown di Daerah Otonomi Mongolia Dalam

Alxa Left Banner dilaporkan menyumbang hampir sepertiga dari lebih dari 150 infeksi Covid-19 yang dilaporkan di China selama sepekan terakhir.


Varian Delta Merajalela, China Berlakukan Lockdown di Daerah Otonomi Mongolia Dalam
Suasana posko tes massal Covid-19 di Xiamen, Fujian, China. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO Otoritas China telah memberlakukan lockdown di Alxa Left Banner, sebuah wilayah di Daerah Otonomi Mongolia Dalam, China Utara. Keputusan itu diambil untuk mengekang wabah terbaru infeksi Covid-19 di negara itu.

Dilansir dari Reuters, Alxa Left Banner dilaporkan menyumbang hampir sepertiga dari lebih dari 150 infeksi Covid-19 yang dilaporkan di China selama sepekan terakhir. Berpenduduk 180 ribu jiwa, wilayah ini berbatasan dengan Mongolia.

Sebanyak 35.700 warga Ejin Banner, sebuah divisi administrasi di Alxa Left Banner, diminta untuk tinggal di rumah saja. Perintah serupa juga diberlakukan di kota Erenhot.

Pemerintah setempat pun memperingatkan ancaman pidana maupun perdata terhadap siapa saja yang ketahuan melanggar perintah, menurut laporan kantor berita pemerintah China, CCTV. Sementara itu, menurut laporan Global Times, 6 pejabat, termasuk seorang komisaris kesehatan lokal di Ejin Banner, telah dipecat karena penanganan yang lamban dan manajemen yang tak efektif terhadap wabah saat ini.

Pada Minggu (24/10), Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah memperingatkan bahwa wabah infeksi Covid-19 saat ini telah menyebar ke 11 provinsi selama 7 hari. Daerah Otonomi Mongolia Dalam menyumbang setengah dari 38 kasus infeksi baru yang dilaporkan di China pada senin (25/10).

Pembatasan perjalanan pun telah diberlakukan di sejumlah bagian China, termasuk Beijing, Gansu, Ningxia, dan Guizhou untuk menahan wabah itu. Semua layanan kereta api dan tur juga telah dihentikan sementara di provinsi-provinsi tertentu.

Pejabat NHC Wu Liangyou mengaitkan wabah saat ini dengan varian Delta yang sangat menular. Wabah infeksi Covid-19 ini merupakan yang ketiga di China sejak awal tahun ini.

Otoritas Negeri Tirai Bambu kini telah meningkatkan pelacakan kontak guna mengekang penyebaran transmisi lokal. Sementara itu, pada Agustus tahun ini, pemerintah China mengklaim telah memberikan 2 miliar dosis vaksin Covid-19.[]