News

Varian Covid Baru di Afrika Selatan Disebut Lebih Ganas, Ini Penjelasannya!

Menurut dr. Adam Prabata, sejauh ini belum ada bukti jika varian Omicron lebih berbahaya


Varian Covid Baru di Afrika Selatan Disebut Lebih Ganas, Ini Penjelasannya!
Ilustrasi Virus Corona (istockphoto.com)

AKURAT.CO, Bada Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terjadi lonjakan tajam kasus positif Covid-19 di Afrika Selatan, beberapa hari belakangan. Hal tersebut disebabkan munculnya virus corona jenis baru bernama B.1.1.529, atau varian Omicron.

Sementara itu, menurut Profesor Richard Lassells, dari Universitas KwaZulu-Natal Afrika Selatan menyebutkan, varian Omicron memiliki penularan yang lebih tinggi dari varian lainnya.

Adapun menurut dr. Adam Prabata, sejauh ini belum ada bukti jika varian Omicron lebih berbahaya (lebih berisiko rawat ini dan meninggal dunia) dibandingkan varian Delta.

Dalam utas yang ditulis dr. Adam Prabata, varian Omicron pertama kali ditemukan di benua Afrika pada November 2021. Varian Omicron disebut memiliki sekitar 50 mutasi, dengan lebih dari 30 di antaranya terjadi di protein S.

Setidaknya, menurut dokter lulusan Universitas Indonesia ini, ada beberapa potensi yang disebabkan mutasi Omicron. Yakni penurunan antibodi, meningkatnya kemampuan virus masuk ke sel, dan meningkatnya kemampuan virus menghindar dari imunitas alami.

Hal tersebut pun membuat antibodi yang ada di tubuh manusia usia infeksi alami, akan mengalami penurunan.

"Artinya, kemampuan vaksin antibodu pascainfeksi alami, dan terapi antibodi berpotensi akan berkurang ketika berhadapan dengan varian Omicron," cuit dr. Adam Prabata, dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (27/11).

Dengan demikian, menurut dr. Adam Prabata, potensi menular varian Omicron pun lebih tinggi dibanding varian lainnya. Meski demikian, dr. Adam Prabata menyebut perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai kaganasan varian terbaru ini.

Sebagai informasi, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura telah mengeluarkan kebihakan pembatasan perjalana ke Afrika, guna mencegah masuknya varian virus ini ke negara mereka.

Sementara untuk pemerintah Indonesia, hingga saat ini belum mengeluarkan kebijakan serupa. []