News

Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Ingatkan Disiplin Prokes

Satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk memperkuat disiplin protokol kesehatan (Prokes).


Varian Baru Covid-19 Masuk Indonesia, Satgas Covid-19 Ingatkan Disiplin Prokes
Prof. drh. Wiku Adisasmito MsC PhD saat menjadi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2020). (Tangkapan Layar Live Youtube Sekretariat Pres)

AKURAT.CO, Satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk memperkuat disiplin protokol kesehatan (Prokes). Pasalnya, kemunculan varian baru Covid-19 yang dinamakan E484K lebih cepat menular dan lebih mematikan. Apalagi varian baru virus Covid-19 itu telah masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, mutasi E484K yang terjadi pada protein spike adalah mutasi yang sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brazil.

"Dan berdasarkan hasil penelitian, varian ini lebih cepat menular. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas yang dilakukan, sebagai upaya mencegah penularan," ungkapnya saat menjawab pertanyaan media dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (1/4/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah juga terus meningkatkan surveilans Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan varian Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Selain itu, pemerintah juga terus mempertahankan proses skrining warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk dan keluar dari Indonesia.

Di samping itu, pemerintah terus memastikan ketersediaan reagen demi tercapainya angka testing sesuai standar dunia. Dalam memaksimalkan ketersediaannya, pemerintah berusaha menggunakan reagen baik hasil produksi dalam negeri dan dari produksi luar negeri. Reagen adalah ekstraksi yang digunakan dalam pengecekan specimen.

Dari data per Maret 2021, stok Reagen yang terdata di Satgas Penanganan Covid-19 yaitu melebihi 800 ribu. Jumlah yang terdata di Satgas ini diluar pendataan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan yang tersebar di berbagai daerah.

"Pemerintah terus memastikan ketersediaan stok terpenuhi. Serta distribusi reagennya yang merata, demi tercapainya angka testing Covid-19 yang sesuai standar dunia dan tepat sasaran," pungkasnya.[]