Olahraga

VAR Dan Keberpihakan Terhadap Gol Kedua Jepang Atas Spanyol

VAR Dan Keberpihakan Terhadap Gol Kedua Jepang Atas Spanyol
Pemain Jepang Kaoru Mitoma ketika menyepak bola yang tampak sudah keluar garis dalam laga melawan Spanyol di Al Rayyan, Qatar, Kamis (1/12). ()

AKURAT.CO, Untuk tujuan baik atau buruk, keberadaan VAR (Asisten Video Wasit) tampaknya tergantung pada siapa yang diuntungkan. Setidaknya itulah yang terjadi pada gol kedua yang memenangkan Jepang atas Spanyol di laga penyisihan terakhir Grup E Piala Dunia Qatar 2022.

Jepang sedianya sudah tertinggal 0-1 lewat gol Alvaro Morata pada pertandingan di Stadion International Al Khalifa, Al Rayyan, Kamis (1/12) atau Jumat dini hari WIB itu. Mereka membalas lewat sepakan keras Ritsu Doan di menit ke-48 dan membalikkan keadaan tiga menit kemudian lewat gol Ao Tanaka.

Gol Ao Tanaka tidak saja membuat Jepang mengalahkan Spanyol dengan skor 2-1 namun juga membuat mereka lolos ke babak 16 besar. Masalahnya, gol tersebut diawali umpan Kaoru Mitoma di mana bola tampak sudah melewati garis belakang di samping gawang Spanyol.

baca juga:

Bola datang dari sayap kanan meluncur datar ke sisi luar namun ada Mitoma yang siap menerima umpan tersebut. Mitoma kemudian mengembalikan bola ke arah depan gawang di mana Tanaka dengan setengah refleks mendorong bola ke dalam gawang untuk gol kedua Jepang.

Dilihat dari arah samping sorot kamera, bola umpan Mitoma tampak telah keluar garis. Wasit Victor Gomes asal Afrika Selatan sempat melakukan pemeriksaan VAR. 

Namun, teknologi tersebut menunjukkan bahwa sebagian bola yang tak tersentuh rumput masih berada dalam garis. Alhasil, VAR mengesahkan gol Tanaka sekaligus membuat Jepang lolos ke perdelapan final sebagai juara grup F sekaligus menyingkirkan raksasa Jerman.

Pengamat dan komentator punya pendapat berbeda soal kontroversi ini. Eks pemain Tim Nasional Inggris dan Manchester United, Gary Neville, misalnya, mengaku tidak nyaman dengan VAR termasuk pada beberapa pertandingan lain di Piala Dunia Qatar 2022.

"Saya tidak percaya dengan konspirasi. Kamera atas yang benar-benar berada di atas garis tampaknya menunjukkan bahwa beberapa bola mungkin ada di garis," kata Neville sebagaimana dipetik dari Telegraph.

"Dari sejak gol off-side pertama, di pertandingan Ekuador versus Qatar, saya sudah sedikit berusaha dan merasa tidak nyaman bahwa kita tidak diberikan sudut pandang yang tepat dan kamera yang tepat karena itu terasa tidak benar."[]