News

Vaksinasi Lansia DKI Tembus 496.450 Orang, Anak Buah Anies: Terbanyak di Indonesia

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengebut proses vaksinasi Covid-19 kepada kelompok masyarakat yang menjadi prioritas.


Vaksinasi Lansia DKI Tembus 496.450 Orang, Anak Buah Anies: Terbanyak di Indonesia
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 di SMAN 8 Jakarta, Senin (1/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengebut proses vaksinasi Covid-19 kepada kelompok masyarakat yang menjadi prioritas, salah satunya kelomok masyarakat lanjut usia (lansia). Tercatat hingga kini 496.450 lansia telah divaksin.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman yang juga Pelaksana Tugs ( Plt) Asisten Kesra Suharti Sutar mengatakan, capaian vaksinasi lansia itu terbanyak di Indonesia, jika dibandingkan dengan provinsi lain.

"Capaian vaksinasi Covid-19 untuk lansia DKI Jakarta mencapai 496.450 orang. Artinya capaian ini menjadi yang terbanyak dibanding daerah lain di Indonesia. Bahkan untuk wilayah Jakarta Pusat, vaksinasi untuk lansia telah menjangkau 95,31 persen dan Kepulauan Seribu mencapai 62,73 persen," kata Suharti kepada kepada pewarta, Minggu (11/4/2021).

Suharti mengatakan, capaian tersebut dapat diraih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkat persiapan matang stakeholder terkait yang  menyiapkan fasilitas pendukung, salah satunya sentra vaksinasi yang disebar hingga tingkat Kecamatan dan Kelurahan, di luar Puskesmas dan Rumah Sakit.

"Sentra vaksinasi ini lebih diminati lansia karena lebih dekat dengan rumah dan bisa bersama teman-teman dari lingkungan masing-masing. Tentunya juga ditambah sentra vaksinasi besar yang dibantu oleh Kemkes dengan SDM gabungan dari pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga melibatkan lebih banyak fasilitas kesehatan swasta baik sebagai lokasi vaksinasi maupun dalam menyediakan SDM di sentra vaksinasi nonfaskes. Kemudian sistem untuk membantu pendaftaran dan penjadwalan lansia karena tidak semua lansia familiar dengan sistem online.

Suharti mengatakan, data by name menggunakan data dukcapil diberikan penjadwalan sampai tingkat RT untuk dimanfaatkan tim RT memberitahu lansia jadwal dan lokasinya. Pihaknya juga mengupayakan dalam satu RW divaksinasi di lokasi yang sama untuk kemudahan pengelolaan di lapangan.

Sedangkan, untuk warga yang belum terjadwal karena tidak ber-KTP DKI atau yang lokasinya jauh karena alamat domisili berbeda dengan alamat KTP tetap dimungkinkan divaksinasi, baik dengan mendaftar melalui online maupun melaporkan diri ke ketua RT.

"Kami juga melakukan komunikasi secara intensif dengan tim pusat untuk mendapatkan secara rutin data lansia yang sudah divaksinasi untuk kemudian dipadankan dengan data Dukcapil untuk memonitor lansia yang belum divaksinasi untuk kemudian diinformasikan ke bawah," tuturnya.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu