Ekonomi

Vaksinasi Gotong Royong, Kadin: Perusahaan Tak Boleh Potong Gaji Karyawan!

Kadin: Pengusaha yang mendaftar program vaksin gotong royong harus memberikan vaksinasi gratis kepada pegawainya.


Vaksinasi Gotong Royong, Kadin: Perusahaan Tak Boleh Potong Gaji Karyawan!
Rosan Roeslani, Ketua Umum KADIN saat ditemui dalam acara Indonesia Cyber Security Summit (ICSS) 2018 pada Jumat (19/10) (AKURAT.CO/Rewina Putri Lubis)

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengingatkan para pengusaha yang mendaftar program vaksin gotong royong harus memberikan vaksinasi gratis kepada pegawainya tanpa memberatkan biaya apapun.

Menurutnya, program vaksin gotong royong tujuan utamanya adalah untuk memberikan vaksin gratis bagi para pekerja lewat tanggungan perusahaan. 

"Untuk vaksin gotong royong, ingat tak boleh potong gaji dan apalagi potong THR, ini end user-nya harus gratis," katanya saat konferensi pers virtual, Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Ia mengatakan, program vaksinasi gotong royong merupakan pilihan opsional bagi para pelaku usaha yang ingin berkontribusi bagi negara untuk melancarakan program vaksinasi nasional.

Bagi perusahaan yang tak mampu atau terdampak pandemi, menurutnya, bisa memanfaatkan program vaksinasi gratis dari pemerintah.

"Mereka punya opsi yang gratis punya pemerintah dan bisa beli untuk berkontribusi," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah resmi menetapkan harga pembelian vaksinasi gotong royong sebesar Rp321.660 per dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis. Ini artinya harga satu kali suntik sebesar Rp439.570 per pekerja, dan untuk dua kali vaksin harganya sekitar Rp879.140 per pekerja. 

Penetapan harga itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin COVID-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong. Tarif maksimal pelayanan vaksinasi merupakan batas tertinggi untuk pelayanan vaksinasi gotong royong yang dilakukan faskes milik swasta, sudah termasuk marjin 15 persen, dan namun tidak termasuk pajak penghasilan. []