Ekonomi

Vaksinasi Gotong Royong Berbayar Ditunda, Bikin Saham Kimia Farma Tumbang

Seiring dengan ditundanya program vaksinasi gotong royong berbayar tampak saham PT Kimia Farma Tbk juga harus megap-megap


Vaksinasi Gotong Royong Berbayar Ditunda, Bikin Saham Kimia Farma Tumbang
Kimia Farma (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Seiring dengan ditundanya program vaksinasi gotong royong berbayar tampak saham PT Kimia Farma Tbk juga harus megap-megap, hingga sekitar pukul 14:17 WIB, saham Kimia Farma turun 220 poin atau 6,21% ke kisaran level Rp3.320 per saham.

Sebelumnya, saham Kimia Farma berada pada kisaran level Rp3.540 per saham. Adapun saham Kimia Farma biasanya bergerak pada rentang range Rp3.300- 3.570.

Nilai transaksi terhimpun Rp72,96 miliar. Volume transaksi 21,51 miliar saham.

Seperti diketahui, program vaksinasi gotong royong berbayar yang diselenggarakan Kimia Farma secara resmi ditunda pelaksanaannya.

Tidak diketahui sampai kapan bakal ditunda, namun program vaksin berbayar harusnya akan dimulai pada hari Senin (12/7/2021).

"Kami mohon maaf karena jadwal vaksinasi gotong royong individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya," ucap Corporate Secretary Kimia Farma Ganti Winarno, lewat keterangan tertulisnya, Senin (12/7/2021).

Disebutkan pihak manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta.

"Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal ( herd immunity) yang lebih cepat di Indonesia," jelasnya. 

Sebelumnya, dalam keputusan yang telah diteken oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 11 Mei 2021 dijelaskan bahwa harga vaksin gotong royong buatan Sinopharm adalah Rp321.660 per dosis, di mana tarif pelayanan vaksinasi belum termasuk di dalam harga tersebut. 

Dijelaskan, bahwa tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis. Dengan demikian, jika dijumlahkan total harga sekali penyuntikan Rp439.570. Dengan tarif tersebut, maka setiap masyarakat yang ingin melakukan vaksin individu harus mengeluarkan biaya sebesar Rp879.140 untuk menyelesaikan tahapan vaksinasinya.

Biaya tersebut terdiri dari harga vaksin Rp643.320 untuk dua dosis dan tarif vaksinasi Rp235.820 untuk dua kali penyuntikan. Dalam aturan tersebut juga dikatakan bahwa tarif vaksin dan vaksinasi adalah batas tertinggi yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat/swasta.

Harga tersebut juga sudah termasuk keuntungan 20 persen untuk pembelian vaksin dan keuntungan 15 persen untuk tarif maksimal pelayanan vaksinasi. Tahap awal program ini baru menyentuh 6 kota dengan 8 klinik.

Namun secara perlahan Kimia Farma akan memperluas jangkauan itu, termasuk ke pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar dengan 8 klinik. 

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan pemerintah tetap menjalankan program vaksinasi gratis, meski ada layanan vaksin berbayar yang dijalankan Kimia Farma dan Biofarma. Menurutnya, kebijakan itu menjadi alternatif untuk mempercepat pelaksanaan program vaksinasi nasional dan target kekebalan kelompok.

" Vaksin gratis pemerintah tetap berjalan. Semua lokasi vaksin gratis bisa masyarakat akses," kata Arya Sinulingga saat dihubungi di Jakarta, Minggu (11/7/2021).[]