News

Vaksinasi COVID-19 di Gibraltar Berbuah Manis, Kehidupan Mulai Normal Tanpa Prokes

Gibraltar, teritori mungil Inggris di ujung selatan Spanyol, jadi salah satu tempat pertama di dunia yang telah memvaksinasi sebagian besar penduduk dewasanya.


Vaksinasi COVID-19 di Gibraltar Berbuah Manis, Kehidupan Mulai Normal Tanpa Prokes
Masyarakat di Gibraltar kini tak lagi wajib memakai masker di luar ruangan (AFP)

AKURAT.CO, Warga tampak saling menyapa di jalan tanpa mengenakan masker. Sementara itu, teman berkumpul untuk makan bersama di dalam restoran, sedangkan para penggemar olahraga dapat menonton pertandingan secara langsung. Itulah gambaran sekilas kehidupan di Gibraltar yang mulai kembali normal.

Dilansir dari AFP, teritori mungil Inggris di ujung selatan Spanyol ini menjadi salah satu tempat pertama di dunia yang telah memvaksinasi sebagian besar penduduk dewasanya terhadap COVID-19. Berkat itu, pembatasan virus corona dapat dicabut.

Cristine Parody pun dapat merayakan Paskah 'sebagaimana mestinya' bersama putri dan cucunya. Sebelumnya, ia harus menghabiskan Natal dan ulang tahunnya ke-65 sendirian.

"Senang sekali bisa berkumpul lagi," ungkapnya di Jalan Utama Gibraltar.

Jalan tersebut penuh dengan pejalan kaki. Sebagian besar tidak memakai masker. Pasalnya, sejak akhir Maret, masker hanya diwajibkan di ruang publik tertutup, toko, dan di angkutan umum. Jam malam pun telah dicabut, sehingga usaha bar dan restoran yang telah buka kembali pada 1 Maret semakin ramai. Tempat-tempat populer seperti Ocean Village Marina dan Irish Town kembali riuh dengan pengunjung yang menikmati makanan atau minuman.

Ketua Asosiasi Katering Gibraltar Gino Jimenez yang juga mengelola restoran terkenal mengaku puas melihat lansia yang rentan akhirnya dapat keluar rumah dengan aman.

Tak sampai di situ, Kepala Menteri Gibraltar Fabian Picardo mengumumkan pada Kamis (8/4) bahwa aturan yang membatasi pertemuan maksimal 16 orang akan dicabut mulai 16 April.

AFP



Dengan populasi 34 ribu, pandemi COVID-19 telah merenggut 94 nyawa di Gibraltar dan menginfeksi 4.300 penduduknya. Namun, berkat program vaksinasi, tak lagi ada rawat inap terkait virus corona selama lebih dari 2 pekan di sana.

Sejak 'Operasi Kebebasan' dimulai pada Januari, Gibraltar telah menyuntik 85 persen penduduknya. Selain itu, dari 15 ribu komuter (pekerja dari luar kota yang setiap harinya pergi-pulang ke tempat kerja) yang datang dari Spanyol untuk bekerja di Gibraltar, lebih dari setengahnya telah divaksin setidaknya 1 dosis.

"Ini sangat melegakan," kata Menteri Kesehatan Gibraltar Samantha Sacramento.

Ia pun memuji ukuran cakupan yang kecil dan pasokan vaksin Pfizer dan AstraZeneca yang stabil, sehingga program vaksinasi dapat berlangsung dengan cepat.

Petugas rumah sakit garda depan serta penghuni panti jompo dan pegawainya berada di antrean pertama. Kemudian, pusat vaksinasi didirikan di kawasan perbelanjaan Jalan Utama untuk memvaksin masyarakat umum. Mereka yang sudah disuntik dosis kedua pun mendapat kartu vaksinasi yang dapat digunakan untuk menghadiri acara massal atau bepergian.

Pekan lalu, Stadion Victoria di Gibraltar menyambut 600 orang yang sudah divaksin penuh untuk menyaksikan kualifikasi sepak bola Piala Dunia melawan Belanda. Selain itu, pada 27 Maret, 500 penonton menyaksikan pertandingan tinju kelas berat paling bergengsi di Kompleks Olahraga Eropa Gibraltar. Namun, dalam 2 acara massal ini, pengunjung juga harus mendapat hasil tes negatif di hari pelaksanaan acara.

AFP



Gibraltar juga mulai membuka kembali perbatasannya karena banyak wilayah Eropa lainnya telah meningkatkan pembatasan dan melangsungkan program vaksinasi.

Situasi ini disyukuri Rafael Cordon, seorang koki berusia 63 tahun yang setiap hari pulang-pergi bekerja di Gibraltar dari kota San Roque, Spanyol. Ia berterima kasih kepada negara tersebut karena bisa mendapatkan vaksinasi penuh dengan begitu cepat. Menurutnya, Gibraltar dan Spanyol kini tampak sangat berbeda.

Di Spanyol, masker masih diwajibkan untuk dipakai di depan umum dan jam malam diberlakukan.

"Bagai merpati di dalam sangkar, gerakan Anda dibatasi. Kemudian, Anda menyeberang ke sisi ini dan seperti berpindah ke dunia lain. Tempat ini kini menjadi oasis," terangnya.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu