News

Vaksinasi Covid-19 Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Tangerang Banyak yang Gagal

Pemkot Tangerang melakukan vaksinasi terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) mulai usia 6 tahun.


Vaksinasi Covid-19 Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Tangerang Banyak yang Gagal
Pemkot Tangerang melakukan vaksinasi terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) mulai usia 6 tahun. (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO Pemkot Tangerang melakukan vaksinasi terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) mulai usia 6 tahun.

Kali ini, Dinkes bersama Puskesmas Karawaci Baru menggelar di SKH YKDW Karawaci. Hal tersebut dilakukan untuk percepatan vaksinasi Covid-19 untuk seluruh anak di Kota Tangerang.

Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa, Puskesmas Karawaci Baru, dr Yuningsih mengungkapkan, vaksin yang digunakan jenis Sinovac. Secara pelaksanaan vaksinasi ABK sama saja seperti lainnya. Namun, secara proses skrining dilakukan wawancara yang lebih mendalam, terutama pada sederet riwayat penyakit para ABK.

baca juga:

"Biasanya skrining berlangsung dua hingga tiga menit. Kalau untuk ABK saya melakukan skrining hingga lima menit bahkan lebih. Wawancara yang mendalam ke mereka orangtuanya atau pendampingnya. Memastikan riwayat kesehatannya yang aman atau tidak untuk menerima vaksinasi ini," ungkap Yuningsih, Selasa (11/1/2022).

Ia pun menjelaskan, dari target 50 ABK, 21 di antaranya gagal vaksinasi, karena memiliki riwayat kejang dan gangguan kesehatan lainnya. Selanjutnya, orang tua ABK direkomendasikan untuk konsultasi lebih dulu ke dokter spesialisnya, terkait layak atau tidak layaknya divaksinasi.

"Kami juga memberikan arahan, jika sudah konsultasi dan dibolehkan divaksin. Maka, kami menganjurkan vaksinasi dilakukan di Puskesmas terdekat, sehingga proses penanganan atau pantauan lanjutan dapat dilakukan dengan mudah. Pastinya, kita harapkan dengan vaksinasi semua anak mendapat haknya untuk terlindungi dari pandemi," jelasnya.

Lanjutnya, vaksinasi ABK tak hanya digelar di Sekolah Khusus, tapi orangtua ABK dapat mengantarkan anak-anaknya untuk mengikuti vaksinasi di puskesmas-puskesmas terdekatnya.

"Tidak perlu takut, dokter profesional standby untuk menerima dan mendampingi masyarakat. Serta memberikan penjelasan sedetail mungkin, untuk orang tua dan ABK itu sendiri aman dan nyaman dalam proses vaksinasi," imbaunya.

Sebagai informasi, 28 hari vaksinasi anak 6-11 tahun, saat ini Dinkes mencatat capaiannya sudah diangka 127.730 anak atau 68,7 persen pada dosis satu. []